HERU PRATOMO/RADAR JOGJA
RAZIA MIRAS: Hasil sitaan Dinas Ketertiban Kota Jogja di sekitar Jalan Veteran dan di kawasan selatan Terminal Giwangan Jogja kemarin (11/3). Para penjual miras akan disidangkan pada 19 Maret mendatang di PN Jogja.
JOGJA – Pemerintah Kota Jogja, tampak harus lebih tegas dalam mela-kukan penindakan terhadap para penjual minuman keras. Hukuman yang dijatuhkan kepada mereka, ha-rus lebih diperberat. Jika tidak, pere-daran miras akan selalu marak. Sebab, faktanya, meski mereka sudah pernah dihukum dan didenda, ternyata ma-sih mengulangi bisnisnya itu. Hal itu bisa dibuktikan dengan hasil operasi yang digelar Dinas Ketertiban (Dintib) Kota Jogja ke-marin (11/3).
Dalam razia miras ini, ditemukan penjual miras di Jalan Veteran Jogja, yang sebelumnya juga sudah pernah tertangkap dan disidang di pengadilan.Kepala Seksi Operasi Dintib Kota Jogja Bayu Laksmono mengatakan, penjual miras di Jalan Veteran yang di-amankan kemarin, sebelumnya pernah disidang dan dijatuhi denda Rp 800 ribu. “Yang di Jalan Veteran ini adalah pemain lama. Sudah pernah dijatuhi hukuman, tapi tampaknya tidak jera juga,” kata Bayu, panggilan akrab Bayu Laksmono.Dalampenggrebegan di Jalan Ve-teran, tepatnya sebelah selatan XT Square tersebut, Dintib menyita 73 botol miras jenis whisky, ciu, ang-gur, drum, dan minuman beralkohol lainnya yang tidak berlabel.
Selain di Jalan Veteran, petugas Dintib Kota Jogja juga melakukan penggrebegan di kawasan Ring Road Selatan, tepatnya di selatan Terminal Giwangan Jogja. Di lokasi tersebut, petugas tidak hanya menga-mankan 14 botol miras, juga enam pekerja seks komersial (PSK). “Untuk PSK, karena melanggar Perda DIJ no 18/1957, sehingga akan kami koordinasikan dengan Pol-resta Jogja,” terangnya.Bayu menjelaskan, untuk para penjual miras akan disidangkan pada 19 Maret 2015 mendatang di Pengadilan Negeri Jogja.Sesuai Perda no 7/1953, ancaman hukuman yang dikenakan kepada penjual minuman keras, adalah hukuman kurungan maksimal tiga bulan dan denda maksimal Rp 50 juta.”Bagi yang tertangkap kembali, dalam BAP akan kami cantumkan. Sehingga bisa sebagai pertimbangan hakim, untuk menjatuhkan hukuman yang lebih berat,” tandas Bayu.
Tidak hanya sekali ini, Dintib me-nemukan penjual miras yang sebe-lumnya pernah dihukum. Pada operasi penertiban jelang pergan-tian tahun baru lalu, Dintib Kota Jogja juga menemukan dua pen-jual miras di Bugisan, dan di Jalan KS Tubun Patuk Jogja. Mereka, se-belumnya juga pernah ditangkap atas kasus serupa.Menurut Bayu, para penjual miras ini juga menggunakan kamuflase toko kelontong sebagai tempat jua-lan. Selain disimpan di toko, terda-pat pula penjual yang menyimpan miras di gudang. Dibagian lain dikatakan, untuk operasi miras golongan A, atau dengan kadar kurang dari lima persen yang dijual di minimarket, akan dilakukan penertiban setelah 16 April 2015. “Sesuai SE dari Disperindagkoptan, setelah 16 April 2015 minimarlet di-larang menjual minuman beralkohol golongan A. Kami siap menegakkan regulasi ini,” ujarnya. (pra/jko/ong)