HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
ANGKAT POTENSI: Cuplikan Sendra Tari Sugriwo-Subali, tarian khas dari Gua Kiskendo, Jatimulyo, Girimulyo saat ditampilkan dihadapan Gubernur DIJ HB X di Gedung Kaca, kemarin (11/3). Penciptaan dan pementasan sendratari Sugriwo-Subali ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan nilai dan budaya lokal.
KULONPROGO – Sendratari Sugriwo-Subali yang merupakan sebuah drama dan tarian khas dari Gua Kiskendo, Jatimulyo, Girimulyo telah selesai digarap. Cuplikan sendratari itu di-tampilkan di Gedung Kaca, Kompleks Pemkab Kulonprogo, kemarin (11/3). Pementasan perdana itu bahkan disaksikan langsung oleh Gubernur DIJ HB X disela kunjungannya. Penciptaan tari kolosal yang menceritakan legenda Sugriwo-Subali ini sekaligus menjadi bukti Pemkab Kulonprogo tidak pernah kehabisan ide dalam menggali nilai budaya luhur sekaligus mengembangkan sektor wisatanya.”Alhamdulillah hari ini (kemarin) sudah bisa ditampilkan tarian khas dari Gua Kiskendo dengan nama Sendra-tari Sugriwo-Subali. Ini hanya penggalan atau cuplikannya saja, secara kebetulan pementasan perdana cupilkan tari ini bisa disaksikan langsung Ngarso Dalem,” ungkap Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo usai pagelaran.
Hasto menuturkan, ada nilai sejarah dibalik tarian ini. Gua Kiskendo sejauh ini dikenal dengan cerita Sugriwo-Subali. Memang di kompleks Gua Kiskendo juga terdapat relief-relief yang mem-beberkan legenda Sugriwo-Subali, termasuk keberadaan Gunung Kelir.”Merupakan tarian khas Gua Kiskendo, menceritakaan tentang legenda Sugriwo-Subali. Keberadaan relief termasuk Gunung Kelir memang ada dan disebutkan dalam legenda itu, sehingga ini menjadi tarian yang sangat khas Gua Kiskendo,” tuturnya.Menurut Hasto, penciptaan dan pementasan sendratari Sugriwo-Subali ini menjadi bagian dari upaya meng-hidupkan nilai dan budaya lokal sekaligus mempopulerkan wisata Gua Kiskendo. Harapannya, tarian ini akan menjadi paket wisata dalam bentuk kemasan nilai budaya lokal yang tinggi dan menjadi daya tarik wisatawan.”Ya, tarian ini murni mengangkat budaya lokal. Tarian ini juga memiliki makna kemasyarakatan yang digadang mampu mengangkat ekonomi ke-rakyatan. Karena ada 100 pemain yang dilibatkan dalam tarian ini, dan semuanya akan diperankan warga setempat,” ujarnya.
Hasto menambahkan, sendratari Sugriwo-Subali ini digarap oleh para seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta. Tari kolosal ini rencananya akan dipentaskan secara utuh pada Minggu (22/3) mendatang di Gua Kiskendo. “Tarian ini akan dipentaskan secara utuh dengan setting daerah di mana legenda itu muncul. Tentu tarian ini akan menjadi suguhan yang beda dan sangat luar biasa. Saya ucapakan selamat kepada masyarakat Kulonprogo dan silahkan siapa saja untuk datang menyaksikan,” ungkapnya.Dalam kesempatan itu, Gubernur DIJ HB X memberikan apresiasi yang cukup tinggi atas upaya Pemkab Kulonprogo dalam mengangkat potensi wisatanya secara kreatif. Sangat dibutuhkan ide cemerlang untuk mengangkat potensi wisata, sesuai dengan potensi yang ada. “Tarian yang sangat menarik,” ucapnya. (tom/ila/ong)