APOLLINARIS PRIMERACRISA/SMAN 4 JOGJA
BERSATU: Salah satu guru SMAN 4 Jogja bergabung dengan para siswa siswinya memberikan support untuk tim basket putri sekolah mereka.
APOLLINARIS-PRIMERACRISABEST WRITER

Anggun Yurna Nudesia

SMA Budi Mulia Dua
KEBERHASILAN sebuah tim dalam suatu kejuaraan, pastilah tidak hanya dikarenakan kehebatan sang pemain. Terdapat unsur lain yang ikut andil dalam kesuksesan tersebut. Ada pelatih, tenaga medis, maupun management klub. Begitu juga yang terjadi pada tim basket SMA Internasional Budi Mulia Dua (BMD). Restu dan doa orang tua menjadi energi tambahan para pemain setiap kali berlaga. Selain itu, dukungan non teknis juga diberikan untuk menunjang peforma pemain agar maksimal ketika bertanding.Dukungan yang diberikan para orang tua untuk pemain Honda DBL 2015 dari BMD ini beragam. Ada yg menyediakan kendaraan sebagai alat transportasi pemain ketika sparring. Ada yang menyediakan makanan kecil maupun makanan utama, menjahit nomor punggung pada jersey, dan mempersiapkan berbagai kebutuhan lainnya.
Yatiek Sutopo, ibu dari shooting guard nomor punggung 5, yakni Rizky Akbar dengan senang hati bertanggung jawab atas penjahitan jersey tim basket BMD. Selain itu, ia juga berinisiatif untuk membuatkan handuk kecil lengkap dengan nama masing-masing pemain. “Bentuk support supaya tambah semangat, sekalian untuk kenang-kenangan,” jelasnya. Di samping mengharapkan champion bagi tim SMA BMD, secara personal dirinya berharap Akbar dapat menjadi MVP dari DBL 2015. Bagaimana tidak, pemain yang tergabung sebagai first team dalam Honda DBL Jogja Series 2014 ini sempat mood-mood-an dalam menjalani latihan. Karena kelelahan, dirinya juga hampir tak berangkat sekolah seusai bertanding melawan SMKN 3, Senin lalu (26/1).
Meski demikian, dukungan besar ibundanya membuat Akbar kembali bersemangat. “Ini adalah konsekuensi Akbar sebagai student athlete, dimana harus pintar-pintar membagi waktu antara sekolah dan bermain basket. Terlebih lagi, pada 23 Januari lalu Akbar genap 17 tahun, sehingga harus lebih bertanggung jawab,” tambahnya. Diwawancara secara terpisah, Nurul Ussainar, ibu dari small forward tim basket BMD yakni M. Fauzan Mahdi turut menyampaikan harapannya. Dengan adanya kekompakan dan support dari para orang tua, anak-anak dapat berprestasi secara maksimal sehingga tidak hanya sebagai juara di DBL kali ini, namun juga berprestasi dibidang akademik.
“Kami percaya bahwa anak bersungguh-sungguh dalam meraih apa yang mereka dan timnya inginkan. Kita semua berharap tim BMD sebagai pemenangnya, untuk itu kami sebagai orang tua pasti men-support dalam segi apapun,” jelasnya. Tak mengherankan tim SMA BMD mempersiapkan kejuaran kali ini dengan sungguh-sungguh, karena target juara menjadi harga mati setelah 2 kali harus puas di posisi runner up. (*)