FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
KERJA CEPAT: Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Magelang terus melakukan perampingan dahan dan daun pohon yang dianggap bisa membahayakan pengguna jalan dan masyarakat.
MAGELANG – Pascabencana angin ribut, pemangkasan pohon di Kota Magelang meningkat. Setidaknya, hampir sehari dikerahkan dua tim yang masing-masing terdiri dari tujuh orang. Mereka melakukan perampingan dahan dan daun pohon. Tujuannya, agar pohon tidak lagi mem-bahayakan pengguna jalan atau masyarakat yang ada di bawahnya
“Iya, ini perintah Pak Martono (Sumartono), selaku Ketua Harian BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) yang telah dibentuk melalui Perwal. Se-tidaknya, dua tim dikerahkan setiap hari untuk ngrampali pohon. Ya sekitar 14 orang,” kata Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Tatakota (DKPTK) Kota Magelang Arif Bharata Sakti kemarin (11/3).
Dikatakan pria yang pernah menjabat Kabag Pembangunan tersebut, tugas yang diberikan pihak BPBD pada instansi yang dipimpin terkait pendataan atau inventarisir pohon yang rawan atau membahayakan. Meng-ingat pada kejadian angin ribut akhir Februari lalu, ada korban jiwa yang tertimpa dahan pohon di Jalan Pemuda. Tindak lanjut dari pendataan berupa pene-bangan atau pemangkasan pohon.”Ada percepatan dalam soal pemangkasan. Karena kami tidak ingin ada korban lagi, ketika sewaktu-waktu bencana angin lesus datang kembali. Ini langkah antisipatif. Sebenarnya, secara terprogram, DKPT juga melaku-kan pemangkasan dan penebangan pohon yang sudah tua atau mem-bahayakan,” ungkapnya.
DKPTK juga bersinergi dengan pihak kelurahan maupun keca-matan menyangkut data pohon yang membahayakan.”Masyarakat juga silahkan memberi masukan pada kami atau laporan, jika menemui po-hon yang membahayakan untuk ditebang atau pangkas ranting-nya,” pintanya.Dari pantauan lapangan, dua tim tersebut bergerak di Jalan Pemuda dan Jalan Sriwijaya. Mereka tidak segan-segan memotong dahan yang menjorok ke jalan.”Kami potong dahan yang menjorok ke jalan dan kelihatan sudah getas,” kata Warno, salah satu petugas DKPT.
Sebelumnya, awal maret (1/3), Bambang Triono, 46, warga Kam-pung Paten Gunung RT 3/RW 11 Kelurahan Rejowinangun Selatan, Magelang Selatan menghembus-kan nafas terakhirnya. Ia sempat koma selama tiga hari, setelah tertimpa dahan pohon di Jalan Pemuda saat lesus datang.
Almarhum sempat dirawat di ICU RSUD Tidar, sebelum akhir-nya dipindah karena RST dr Soedjono, karena rumah sakit milik Pemkot Magelang ini tidak bisa menangani operasi ope-rasi bedah saraf akibat gegar otak yang dideritanya.Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Magelang Sumartono yang juga ketua Harian BPBD membenarkan, pihaknya memerintah instansi terkait melakukan penebangan dan pemangkasan pohon. Ter utama pohon yang dianggap rentan atau membahayakan bagi masyarakat. Ini sebagai langkah antisipatif agar tidak terjadi korban jiwa, karena pohon tumbang atau patah.”Kami tidak ingin ada korban lagi, karena pohon yang sudah tua atau getas tumbang atau patah,” tegasnya.(dem/hes/ong)