SETIAKY A.KUSUMA/RADAR JOGJA
PERHATIKAN PERILAKU ANAK: Ketua Persit Chandra Kirana Koorcab Rem 072 PD IV/Diponegoro Tri MS Fadhilah (dua dari kiri) saat berbincang dengan psikolog yang diundang untuk memberi pencerahan terkait perilaku anak.
JOGJA – Persatuan Istri Praju-rit (Persit) Kartika Chandra Ki-rana Koorcab Rem 072 PD IV/Diponegoro, mendapat sosiali-sasi tentang pencegahan, dan pengamanan masalah perilaku anak dan remaja. Sosialisasi untuk mengingatkan perilaku anak dan remaja yang cenderung kurang baik.Ketua Persit Chandra Kirana Koorcab Rem 072 PD IV/Dipone-goro Tri MS Fadhilah yang me-mimpin pelaksanaan sosialisasi menuturkan, perilaku anak dan remaja saat ini perlu disikapi dengan beberapa langkah. Apalagi saat ini perilaku anak dan remaja tumbuh berkembang di tengah mening-katnya beberapa bidang.”Sosialisasi terkait perilaku anak dan remaja sangat penting un-tuk anggota Persit,” ujarnya, kemarin (12/3).
Acara sosialisasi perilaku anak dan remaja di Korem 072/Pamun-gks ini merupakan bagian dari HUT ke-69 Persit Kartika Chandra Kirana. Acara ini berlangsung di balai serbaguna Korem 072/Pamungkas. Dalam acara men-ghadirkan psikolog, Sari Mukti dan Indria Laksumi Gamayanti.Indria Laksmi Gamayanti yang juga merupakan staf dokter Psi-kologi Universitas Atmajaya mengajak kepada seluruh ang-gota Persit agar intensif men-dampingi anak-anaknya. Sebab, perkembangan teknologi internet, seorang anak tanpa didampingi pengawasan orang tua, bisa ber-dampak negatif kepada anak.”Orang tua harus mendampingi anak-anaknya. Apalagi dengan berkembangnya internet. Jangan sampai anak-anak mendapatkan informasi yang keliru,” ujarnya.
Jika anak terlalu banyak bermain game, misalnya game kekerasan dengan durasi berjam-jam, akan merangsang anak memiliki ke-mampuan dalam adegan yang diperankan dalam game tersebut.”Nanti akan terlihat saat anak masuk dalam lingkungan per-gaulan. Kebiasaan ini akan tam-pak jelas,” tuturnya.Dengan demikian, penting bagi orang tua dalam mendidik dan mengawasi anak-anaknya di tengah perkembangan zaman yang serba canggih. “Jangan sampai minim-nya pengawasan berdampak buruk terhadap pertumbuhan anak-anak,” ujarnya. (fid/jko/ong)