DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
LENTUR : Penampilan salah seorang atlet senam di gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2015 di Hall Bulutangkis UNY kemarin (12/3).
JOGJA—Atlet-atlet muda Kab Bantul mendominasi cabang olahraga (cabor) karate Popda DIJ di Asrama Bukit Barisan Sumut, Sleman kemarin (12/3). Bantul merebut 6 emas, 2 perak dan 1 perunggu dari 10 kelas yg dipertandingkan. “Dengan perolehan ini Bantul keluar sebagai juara umum cabor karate untuk yang ke tiga kali,”ujar Penanggung Jawab cabor karate Cindy Yukari Ginting, Kamis (12/3).Enam medali emas Bantul dipersem-bahkan Ratih Tyaswari dari kelas di atas 53 Kg, Resti Prastika kelas sampai dengan 48 Kg, Novi Noviantari kelas 42 Kg, Abdul Munif kelas 55 Kg, Ramadan kelas 61 Kg, dan M Nur Fauzan kelas 68 Kg. Sedangkan peringkat 2-5 diduduki Kota Jogja dengan 2 emas, 4 perak dan 1 perunggu. Sleman dengan 2 emas dan 2 perunggu. Gunungkidul 3 perak dan 2 perunggu, dan Kulonprogo harus puas dengan 1 perak dan 4 perunggu.”Dengan perolehan medali ini tentu atlet Bantul akan mayoritas di tim Popnas DIJ 2015 di Jawa Barat,”ujar Ginting.
Atlet-atlet Kontingen Kabupaten Sleman tampil luar biasa dalam cabang angkat besi Popda DIJ 2015 yang digelar di Gedung Tri Tunggal Karangkajen Jogjakarta, Rabu (11/3) malam. Dari 7 medali emas yang diperebutkan, atlet angkat besi Sleman berhasil melakukan sapu bersih sehingga rival-rivalnya hanya kebagian medali perak dan perunggu. Tujuh medali emas tersebut, lima be-rasal dari atlet angkat besi putra dan 2 putri. Selain itu, Sleman juga meraih 6 medali perak dan 3 perunggu. Sedangkan atlet angkat besi Kulonprogo harus puas dengan 1 medali perak 3 perunggu dan Gunungkidul 1 perunggu.Kontingen Kabupaten Bantul juga me-nambah emas dari senam. Penampilan mereka unggul dari kontingen lainnya, di Hall Bulutangkis UNY. Bantul menya-bet 7 emas, 6 perak dan 2 perunggu.Ketua Panitia Pelaksana Popda DIJ 2015 Cabor Senam Ratna Budiarti mengatakan, cabor senam ini diikuti oleh 27 atlet dengan mempertandingan 3 nomor, yakni artistik putra, artistik putri dan ritmik sportif.”Tiap tahun pasti berbeda, dan kali ini calon bibit-bibit bagus juga terlihat,”ujarnya di sela pertandingan.
Sementara itu, kontingen Kota Jogja berhasil mengantongi 3 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Disusul Sleman yang berhasil membawa 2 emas, 3 perak dan 2 perunggu. Sedangkan Kulonprogo me-nyabet 1 perak dan 3 perunggu, dan Gunungkidul harus puas dengan mem-bawa 3 perunggu.Kontingen Gunungkidul beberapa kali penyelenggaraan Popda absen mengi-rimkan atletnya untuk nomer ritmik spor-tif. “Padahal nomer ini mempertanding-kan tiga kategori yakni perorangan serba bisa, pita dan bola,”ujarnya.Di cabang bulutangkis, Bantul dan Sleman berbagi 2 emas 1 perak 2 perunggu,disusul Gunungkidul 1 emas 3 perunggu, Kota 3 perak 1 perunggu dan Kulonprogo 2 pe-runggu. Untuk cabang tenis meja, Sleman meraih 3 mas 2 perak 2 perunggu, disusul Kota Jogja 2 emas 2 perak 3 perunnggu, Kulonprogo 1 perak, Bantul 3 perunggu dan Gunungkidul 2 perunggu. (dya/din/ong)