FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJ
SEMINAR NASIONAL: Dosen MIPA ITB Bandung Dr Megawati Santosa PhD saat menjadi pembicara dalam seminar di Untidar Magelang. Tema yang diangkat adalah KKNI dalam Formula Perguruan Tinggi di Indonesia.
MAGELANG – Dalam dies natalis pertama sebagai perguruan tinggi negeri (PTN), Untidar Magelang mengadakan seminar nasional bertema KKNI dalam Formula Perguruan Tinggi di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Untidar tersebut, dihadiri akademisi dari beberapa perguruan tinggi di eks-Karesidenan Kedu. Adapun pembicara yang didatankan adalah Dosen MIPA ITB Bandung Dr Megawati Santosa PhD. Dosen yang meraih doktornya dari Iowa State University ini memaparkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dari level 1-9 yang jadi acuan untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan tenaga kerja Indonesia
“Pengakuan kualifikasi tidak hanya mengacu pada pen didikan formal. Tetapi juga pelatihan yang diperoleh di luar pendi-dikan formal, pembelajaran mandiri, dan pengalaman ker-ja,” papar Megawati kemarin (12/3).Dijelaskan, saat ini KKNI mulai gencar disosialisasikan. Terma-suk pada kalangan perguruan tinggi. Implementasi KKNI di-targetkan tahun 2016. Yakni, penyetaraan antara kualifikasi lulusan dengan kualifikasi KKNI, pengalaman pembelajaran lam-pau (PPL), pendidikan multi entry dan multi exit, serta pen-didikan sistem terbuka. Dengan adanya KKNI, pengakuan kua-lifikasi tidak mengacu pada pendidikan formal semata, te-tapi juga pelatihan dan penga-laman kerja.
“KKNI akan menjadi rujukan dalam kurikulum dan penja minan mutu pendidikan. Untuk itu, capaian belajar lulusan atau learning outcomes dari proses pendidikan harus mengacu pada KKNI. KKNI adalah jati diri bangsa sebagai penilaian kesetaraan dan pengakuan kualifikasi. Baik untuk SDM In-donesia maupun asing,” tegasnya.Rektor Prof Dr Cahyo Yusuf MPd mengatakan, KKNI me-rupakan tema yang tepat untuk didiskusikan. Karena menen-tukan arah kebijakan perguruan tinggi. “Perguruan tinggi sebagai institusi yang berkewajiban memberikan pelayanan pendi-dikan pada masyarakat me miliki peran menghasilkan lulusan yang kompeten, yang sesuai kebutu-han lapangan kerja,” katanya. (dem/hes/ong)