ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
DIJAGA KETAT : Para tersangka yang dihadirkan JPU sebagai saksi keluar dari mobil tahanan yang membawa mereka ke Pengadilan Negeri Bantul kemarin (12/3).
BANTUL – Kemarin (12/3) persidangan kasus Hello Kitty di Pengadilan Negeri (PN) Bantul dengan terdakwa Nk me-masuki agenda mendengar keterangan saksi. Ada 12 saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU). Dari 12 saksi ini, selain Laras Aprilia Arisandi, empat tersangka yang telah ditangkap juga turut memberikan ke-saksian. Mereka adalah Wulan, 18, Maylisa, 19, Putri, 18, dan Rizal, 18.Saksi yang pertama kali dikorek kete-rangannya adalah Laras. Di depan ma-jelis hakim, siswi SMA Budi Luhur Kota Jogja ini menceritakan peran Nk, mulai proses penjemputan dirinya saat berada di wilayah Babarsari, Sleman hingga dibawa ke indekos yang terletak di Pe-dukuhan Saman, Bangunharjo, Sewon. “Dia menjelaskan bagaimana Nk me-mukuli, dan memasukkan botol minuman keras ke dalam kemaluannya,” terang pendamping Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bantul Lembar Diah Ayu di sela-sela persidangan.
Bahkan, dalam kesaksian Laras juga terungkap Nk dan Dena Titi Ratih yang diduga sebagai dalang pelaku penyeka-pan dan penyiksaan ini pernah mengeluar-kan ancaman mengerikan. Kedua pela-ku ini mengancam bakal membunuh Laras dan membuang jasadnya ke laut bila perkara ini dilaporkan ke kepolisian. Tidak hanya itu, mereka juga mengan-cam akan menyilet tubuh Laras. “Nk mengancam dua kali akan membunuh-nya,” ujar pendamping Laras saat mem-berikan kesaksian di depan majelis ha-kim yang diketuai Intan Tri Kumalasari dengan dua hakim anggota bernama Bayu Soho Rahardjo dan Boyke BS Na-pitupulu ini.
Dari keterangan ini juga terungkap Nk ternyata mempunyai banyak peran saat proses penyiksaan. Selain melempar asbak ke kepala Laras, Nk juga memerin-tahkan sejumlah pelaku lainnya mene-lanjangi Laras. JPU Heradian Salipi menilai keterangan sejumlah saksi klop dengan paparan kronologi yang terurai dalam nota dak-waan. JPU memang sengaja menghadir-kan para saksi ini untuk mendukun proses pembuktian di depan majelis hakim. “Sebenarnya ada 13 saksi. Tapi satu saksi berhalangan karena meng ikuti ujian di sekolahnya,” bebernya.
Persidangan berikutnya dengan agenda mendengar keterangan saksi meringan-kan dari terdakwa akan digelar Selasa (17/3) mendatang. Sebab, keterangan saksi dari JPU diharuskan selesai kemarin.Dari pantauan, persidangan kemarin dijaga ketat puluhan personel polres Bantul. Mereka berjaga-jaga di depan ruang persidangan yang terletak di lan-tai dua PN. Pada pukul 14.00 sidang diskors untuk istirahat. Tak lama ke-mudian, sidang yang berlangsung tertutup tersebut dilanjutkan hingga pukul 17.20. (zam/din/ong)