BANTUL – Sebagai aparat penegak hukum, Korps Bhayangkara mempunyai tanggung jawab berat. Salah satunya mengawasi peredaran narkoba. Selain di lingkungan masyarakat, kepolisian juga intens mengawasi peredaran dan penggunaan barang haram ini di internal anggotanya. Ini terbukti dengan tes urine bagi anggota Polres Bantul yang digelar, kemarin (12/3). “Ada 94 anggota yang dites,” terang Wakapolres Bantul Kompol Andri Siswan Ansyah usai memantau pelaksanaan tes urine di Mapolres Bantul.Ke-94 anggota yang mengikuti tes urine ini berasal dari perwakilan polres dan polsek se-Bantul.
Mereka sengaja dipilih secara acak sebagai sampel. Selain itu, kata Andri, dalam surat pemberitahuan yang dilayangkan polres, mereka juga diminta untuk meng-hadiri sosialisasi kesehatan, bukan tes urine. Karena itu, dapat dipastikan tes urine ini bebas dari penyim-pangan atau kecurangan. “Begitu mereka sampai langsung kita jelaskan dan dites,” ujarnya.Andri menyatakan dalam setiap tahun polres se lalu menggelar tes urine. Anggota yang menjadi sasaran tes ini juga diambil secara acak. Selain wajah baru, tak sedikit pula anggota lama yang menjadi sampel. Tujuannya, untuk mengantisipasi penggunaan nar-koba di internal Korps Bhayangkara. “Tahun-tahun sebelumnya hasilnya negatif,” sebutnya.
Demikian pula dengan hasil tes urine yang dise-lenggarakan pertama kali pada tahun 2015 ini. Dari hasil tes ini, sebanyak 94 personel dinyatakan negatif, alias bebas narkoba. Menurutnya, polres bekerjasama dengan RS Bhayangkara dalam tes urine ini. “Ada tiga tenaga medis. Hasil tes langsung bisa dilihat pada hari ini juga,” ungkapnya.Dia menegaskan, semua warga negara mempu-nyai kedudukan yang sama di hadapan hukum. Karena itu, anggota yang dinyatakan positif meng-gunakan narkoba dipastikan bakal diproses sesuai aturan yang berlaku.”Bisa proses hukum atau re-habilitasi. Itu Tergantung sebagai pengguna atau pengedar,” tandasnya. (zam/din/ty)