GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
DIANGGAP GRATIFIKASI: Kajati DIJ I Gede Sudiatmaja menerima wayang dengan tokoh Kresna pada acara pisah sambut Kajati DIJ, Rabu (11/3).
JOGJA – Langkah Kajati DIJ I Gede Sudi-atmaja yang menerima wayang tokoh Kresna dari para pendukung tersangka dugaan korupsi hibah Persiba HM Idham Samawi, direspons para pegiat antiko-rupsi Jogjakarta. Mereka menganggap pe-nerimaan hadiah wayang tersebut, tidak sepantasnya diterima Kajati. Sehingga pantas dilaporkan ke Komisi Pemberan-tasan Korupsi (KPK).Koodinator Masyarakat Transparansi Bantul (MTB) Irwan Suryono mengatakan, pihaknya bersama pegiat antikorupsi Jogjakarta yang lain, segera melaporkan pemberian wayang Kresna dan Srikandi tersebut ke KPK. Kemudian ditembuskan kepada Kepala Kejaksaan Agung HM Prasetyo, Jamwas Kejagung, dan Komisi Kejaksaan RI.”Pemberian barang berupa wayang ukir tersebut, sebagai bentuk gratifikasi. Sebab, pemberi barang memiliki niat agar perkara hibah Persiba yang menyeret HM Idham Samawi dihentikan,” ujarnya
Dijelaskan, pasal 12B Ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 me-nerangkan, yang dimaksud gra-tifikasi adalah pemberian dalam arti luas yakni meliputi pembe-rian uang, barang, rabat (dis-count), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjawalan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.”Jadi, pemberian wayang Kresna tersebut dapat disebut sebagai gratifikasi. Karena itu, Jamwas harus memanggil dan menegur Kejati DIJ yang baru dan yang lama, karena telah menerima gratifikasi,” tandas Irwan.
Selain melaporkan pemberian wayang, MTB akan menyurati Kepala Kejaksaan Agung HM Prasetyo mengenai lambatnya penanganan hibah Persiba se-nilai Rp 12,5 miliar. Surat itu juga akan ditembuskan kepada Jamwas Kejagung, Komisi Ke-jaksaan RI, dan KPK.”Semasa kepemimpinan Loeke, Kejati DIJ terkesan tidak serius merampungkan penyidikan Persiba. Padahal, Loeke pernah berjanji akan merampungkan penyidikan Persiba dan melim-pahkan ke pengadilan paling lambat Desember 2014. Tapi, buktinya sampai sekarang tidak kunjung dilimpahkan ke peng-adilan,” kritik Irwan.
Terpisah, peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM Hif-dzil Alim meminta kepada Su-diatmaja segera melaporkan pemberian kerajinan ukir wa yang Kresna tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Alasannya, sebagai penye-lenggara negara sekaligus pim-pinan lembaga penegak hukum, yaitu Kejati DIJ, secara etika Sudiatmaja dinilai tak pantas menerima pemberian barang tersebut. Apalagi pemberi ba-rang wayang Kresna merupakan pendukung seseorang tersang-ka dugaan korupsi yang kini tengah disidik kejati.”Kajati DIJ I Gede Sudiatmaja dan mantan Kajati DIJ Loeke Larasati Agustina harus mela-porkan pemberian wayang Kresna dan wayang Srikandi tersebut ke KPK,” kata Hifdzil, kemarin.Hifdzil mengingatkan, sebagai Kajati DIJ yang baru, Sudiatma-ja perlu berhati-hati ketika me-nerima pemberian barang atau hadiah dari seseorang yang belum dikenal, maupun yang sudah lama dikenal. Apalagi, pembe-rian barang tersebut diniati dengan sebuah harapan agar perkara tertentu yang sedang ditangani kejati dihentikan atau SP3.”Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, sebaiknya barang tersebut dilaporkan dan diserahkan ke KPK,” tandas do-sen Fakuntas Hukum UGM ini.
Seperti diberitakan kemarin. Di tengah acara pisah sambut Kajati DIJ dari Loeke Larasati Agustina SH kepada I Gede Su-diatmaja, ratusan orang mema-dati Jalan Sukonandi, depan Gedung Kejati DIJ. Kedatangan massa dari Forum Masyarakat Bantul Cinta Damai (FMBCD) itu untuk mendesak Kejati DIJ segera mengeluarkan surat perin-tah penghentikan penyidikan (SP3) dugaan korupsi hibah Persiba yang membelit HM Idham Samawi. Massa juga membawa tumpeng berisi nasi dan ayam ingkung yang diserahkan kepada kejati melalui Asintel Kejati DIJ Joko Purwanto. Sedangkan kerajinan wayang Kresna diberikan lang-sung kepada Kajati DIJ yang baru yaitu I Gede Sudiatmaja dan wayang Srikandi diberikan ke-pada Kajati DIJ yang lama, Loeke Larasati Agustina. Penyerahan dua kerajinan wayang dari perak itu dilakukan oleh Koordinator Aksi Noorjanis Langga di lantai 4 gedung Kejati DIJ, di mana acara pisah sambut kajati lama dan baru dihelat. (mar/jko/ong)