ANGGITA ADELLIA
SETELAH mencoba berkarir di Jakarta sejak 2011 di pe-rusahaan kelas dunia, akhirnya Anggita Adel-lia milih kembali ke Jogja. Perempuan yang dulu lebih dikenal se-bagai MC ini, kem-bali ke Jogja dengan jabatan sebagai Public Relation Manager se-buah hotel yang akan mulai dilaunching 16 Maret lusa
Anggita yang memiliki nama lengkap Adella Prawindhitya Dyan I,S.T. Msi ini, mengaku sudah dua bulan menjalani pe-kerjaannya yang baru. Tepatnya menjadi PR Manager Neo+ Awana Jogjakarta. Kenapa akhirnya PR yang dia pilih? Menurutnya ingin mengem bangkan komunikasi dan interpersonal skill-nya. “PR tak hanya sebatas memberikan informasi, tetapi juga harus mampu membangun citra dari perusahaan atau produk terse-but. Sehingga akhirnya orang akan mengingat produk atau jasa yang ditawarkan. Itu lah tantangannya,” katanya.
Menurutnya, tugas seorang PR, harus mampu menanamkan keunggulannya ke dalam benak setiap konsumen. “Namun ujung-ujungnya adalah sama, yaitu mengcreate sebuah image yang baik,” lanjutnya.Anggita tak mempungkiri, bah-wa dia merupakan perempuan yang sangat berambisi, sangat kuat dalam memegang sebuah prinsip, dan sedikit keras kepala.”Dulu, saya memegang prinsip hidup, saya harus selalu menda-patkan apa yang saya harapakan. Sehingga saya mudah terjatuh, saat tidak mendapatkan apa yang saya inginkan. Namun sekarang saya lebih realistis dalam mem-buat mimpi (harapan), dan me-nerima kenyataan,” tuturnya.
Sekarang dia selalu berusaha melakukan yang terbaik tanpa mengharapkan apa yang ingin didapatkan. Dan itu lah kunci di mana sampai dengan saat ini dia selalu bangga terhadap di-rinya dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Karir perempuan kelahiran Jogja 29 Desember 1986 ini, be-rawal pada 2009 sebagai penyi-ar radio di Kota Jogja, dan seba-gai pengajar/trainner di lem-baga psikologi anak. Kebiasaan bertemu dengan banyak orang dan membawakan banyak aca-ra (sebagai MC dari 2008), selalu berpikir out of the box. Sehingga, meskipun ‘hanya’ berprofesi sebagai penyiar ra-dio, dia mampu belajar dengan cepat banyak hal. Bahkan mampu membawanya menyan-dang gelar Putri Pariwisata Runer up 1 tahun 2011 Jogja dan Finalis Chic Magazine 2010 Jakarta. “Akhir 2011, saya move ke Jakarta,” katanya.
Di Jakarta, ia mengawali kerja sebagai External Relation di pe-rusahaan raksasa dunia, Schlum-berger yang bergerak di bidang oil dan gas servirces. Dua tahun menjabat posisi tersebut, mem-buatnya menyadari akan passion-nya untuk selalu belajar dan developing others. Gayung pun bersambut.Se-telah lulus dari LSPR (London Schlool Of Public Relation) dengan gelar S2 pada akhir 2014, Anggita kemudian memilih kembali ke Jogja. Kembali mengawali karir di Jogja seka-rang ini, ia memiliki jabatan yang mentereng, sebagai Public Relation Manager Hotel Neo+ Awana Jogja. “Hotel kami akan launching 16 Maret nanti,” ka-tanya saat berkunjung ke Re-daksi Radar Jogja.
Meski sibuk dengan kerjaannya sebagai PR, Anggita masih tetap aktif dengan profesi awalnya yakni sebagai MC. “Gimana ya, itu merupakan passion saya sih, sehingga tidak bisa saya ting-galkan. Sampai saat ini saya masih aktif menjadi MC, pre-senter, moderator di berbagai acara di Jogja maupun luar kota,” tuturnya ramah.Tentang hobby, Anggita mem-bedakan dalam beberapa hal. Untuk ngemci (mambawakan acara), sebagai partime job, di-katakannya sebagai hobby yang meng “create money”.
Sedangkan untuk hobi senang-senang, adalah travelling, nonton bioskop dan kulineran. Untuk kuliner, ia menyukai kulineran yang berbau tradisional, seperti bakmi godog Mbah Mo, Ingkung Bantul, Mangut Lele, Wader Kali, Sam-bel Welut, Kebon Ndelik dan sejenisnya. Sementara itu, untuk menjaga senantiasa cantik dan sehat, Anggita termasuk orang yang disiplin menjaga dua hal terse-but. “Saya suka hal mengenai beauty dan healty,” ujarnya.Untuk kecantikan, ia mengaku selalu mengupdate perkem-bangan fashion, beauty. Semen-tara untuk menjaga kesehatan, dia membiasakan bangun satu jam lebih pagi dari biasanya. “Dan menyempatkan olah raga tiap hari, meskipun hanya olah raga ringan,” katanya. (jko/ong)