JOGJA – KONI Kota Jogja diminta secepat-nya menggelar musyawarah olahraga kota luar biasa (musorkotlub). Penyelenggaraan musorkotlub itu menyusul adanya sejum-lah persoalan yang melilit organisasitersebut. “Kami harapkan musorkotlub itu diselen-ggarakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,” ungkap Kepala Seksi Olahraga Kantor KesatuanBangsa (Kesbang) Kota Jogja Sri Arika kemarin (12/3).Menurut Rika, sapaan akrabnya, musor-kotlub perlu dilakukan karena ada nya status hukum yang membelit Ketua Umum KONI Kota Jogja Iriantoko Cahyo Duma-di. Selain itu, bendahara umum KONI saat ini juga telah menyatakan mengundurkan diri.
Sebelum adanya pengunduran diri ben-dahara itu sebetulnya antara kantor kesbang dengan pengurus KONI telah ada kesepa-katan. Isinya, KONI akan menunjuk pelak-sana tugas (Plt) untuk menggantikan po-sisi Iriantoko yang menjadi tersangka kasus hibah PBVSI Kota Jogja 2012.Pertemuan difasilitasi Komisi D DPRD Kota Jogja pada Selasa (24/2).
Penetapan Plt ketua KONI dilakukan satu minggu setelah pertemuan tersebut. Hasilnya disampaikan ke kantor kesbang. Sela-njutnya kantor kesbang segera memroses pencairan hibah bagi KONI sebesar Rp 14,9 miliar. Mestinya, sesuai kesepaka-tan itu nama Pltketua KONI telah dite-rima kantor kesbang pada Senin (2/3) lalu. “Namun hingga sekarang kami be-lum mendapatkan keterangan,” ucap Rika.Kondisi tersebut imbuh dia bertambah rumit saat pihaknya mengetahui benda-hara KONI menyatakan mengundurkan diri. Menyikapi kondisi tersebut, Rika yang juga berkedudukan sebagai pejabat pelaks-ana tekniskegiatan (PPTK) hibah KONI harus berpikir ulang.
Ia menegaskan, tidak mungkin hibah ter-sebut dikucurkan dan diterima oleh ketua dan bendahara KONI yang statusnya sama-sama Plt. Sebagai langkah kehati-hatian, Rika menyatakan solusi mengatasi itu ada-lah digelar musorkotlub. “Ini semua demi kehati-hatian. Kami tidak ingin timbul masalah di kemudian hari. Kami tidak lagi menunggu penunju-kan Plt. Tapi, musorkotlub yang akan menunjuk ketua dan bendahara definitif,” tegasnya.
Di bagian lain Rika juga sempat curhat. Ia menceritakan beberapa staf kantor kesbang merasa sedikit trauma ketika harus ber-saksi di pengadilan. Belum lama ini me-reka dimintai keterangan di Pengadilan Tipikor Jogja terkait perkara hibah PBVSI dengan terdakwa Wahyono Haryadi. “Per-tanyaan di sidang detail sekali. Semua di-tanyakan dari mulai proses perencanaan hingga pencairan hibah. Maka kami harus hati-hati,” ulang Rika.
Lebih jauh dikatakan, sebetulnya bila penunjukan Plt ketua KONI segera dilaku-kan sesuai kesepakatan, dan tidak ada pe-ngunduran diri bendahara KONI, hibah Rp 14,9 miliar itu siap dikucurkan.Itu karena keputusan tentang penetapan daftar penerima hibah dan daftar penerima bantuan sosial Pemkot Jogja Tahun Ang-garan 2015 dalam bentuk uang telah diteken Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti.Keputusan wali kota itu dengan nomor 27 Tahun 2015. Sesuai keputusan itu, KONI menjadi penerima hibah bersama lima lembaga lain. Totalnyamencapai Rp 15,7 miliar. (lihat grafis). (eri/din/ong)