HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
BIBIT UNGGUL: Para atlet tinju Kontingen Popda Kulonprogo usai latihan di Satria Menoreh Boxing Camp, Watulunyu, Wates, Kulonprogo, kemarin (12/3).
KULONPROGO – Sebanyak 38 atlet tinju dari seluruh kabupaten dan kota se-DIJ ambil bagian dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) DIJ 2015. Bertempat di Gedung Pan-ti Pelajar Kulonprogo atau base Satria Menoreh Boxing Camp, Jalan Sugiman, Watulunyu, Wates, Kulonprogo, laga dihelat selama tiga hari mulai Rabu (11/3) hingga Jumat (13/3) mendatang.Even tahunan ini terselenggara ata kerja sama Dinas Pendidikan dan Ba-lai Pemuda dan Olahraga DIJ dan PERTINA DIJ dalam Panitia Pelaksana POPDA DIJ Tahun 2015.
Pertandingan akan dibagi menjadi tiga babak, yakni babak penyisihan, semi final dan final. Pertandingan juga dimaksudkan untuk mempersiapkan kontingen tim DIJ pada even-even serupa di tingkat re-gional dan nasional.Sebanyak 38 atlet yang berlaga di-dampingi 15 orang official, sementara ada delapan wasit yang didatangkan dari DIJ dan Jawa Tengah. Para atlet yang masih duduk di bangku SLTP dan SLTA ini akan berlaga di tujuh kelas. Yakni Kelas 44 kilogram, 46 kilogram, 49 kilogram, 52 kilogram, 56 kilogram, 60 kilogram dan 64 kilogram. Mereka bersaing memperebutkan juara I, II, dan III, penghargaan serta uang pem-binaan di setiap kelasnya.Asisten Pelatih Kontingen Kulon-progo Heri Andriyanto menjelaskan, kontingen Kulonprogo mematok taget menjadi juara umum dalam semua kelas
. Sedikitnya ada 14 atlet yang terseleksi dan lima di antaranya men-jadi unggulan. Bahkan beberapa sudah menjadi langganan juara dalam ajang serupa tahun sebelumnya.”Kami berlatih keras, sebagian atlet tidur di asrama dan mereka memang memiliki bakat dan minat tinggi. Se-hingga bagi mereka yang tidur di mes, hampir setiap hari latihan di jeda se-kolah. Kalau jadwal latihan di base Selasa, Kamis dan Sabtu,” jelasnya.Heri mengatakan, untuk atlet yang sudah memiliki jam terbang lumayan tinggi tetap digembleng dengan latihan fisik dan teknik. Heri menjelaskan, semua ada programnya, pola pukulan dan kecepatan terus dilatih. “Saat jelang laga seperti ini porsi latihan fisik memang agak dikurangi, yang digenjot kecepatan pukulan dan akurasinya,” katanya.Heri menambahkan, dalam POPDA kali ini pertandingan dimulai pukul 14.00.
Itu menyesuaikan kelas Junior yang hanya digelar sebanyak tiga ronde. Setiap ronde waktunya hanya dua menit. Untuk laga pertama Rabu (11/3) lalu digelar sebelas partai atau pertandingan. “Di semi final hari ini (kemarin) ada 14 partai, dan besok final akan dipertandingkan delapan partai,” ungkapnya.Salah satu atlet andalan di kelas 44 kilogram Valentino Ricky Kasubae, 15, menyatakan, dirinya sangat yakin akan menjadi juara I. Terlebih dia sudah berlatih keras dan mengikuti semua perintah dan instruksi pelatih. “Saya yakin pasti menang,” ujar pemuda kelahiran Tobelo, Halma-hera Utara yang sejak kecil tinggal di Panti Asuhan Batu Penjuru, Ke-camatan Lendah, Kulonprogo ini.Siswa SMA BOPKRI Kulonprogo ini mengaku sudah senang tinju sejak duduk di kelas II SMP. Selama bergabung dengan Satria Menoreh Boxing Camp pretasinya sudah sangat banyak. Belum lama ini, ia menjadi juara III dalam Kejurnas Tinju di Tangerang. (tom/ila/ong)