SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
LEBIH DEKAT : Marwan Jafar (baju putih) saat meninjau kolam ikan lele milik kepala desa Margodadi, Seyegan kemarin (12/3).
SEYEGAN – Meniru gaya Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Desa, Pembangunan Daerah Ter-tinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar sering melakukan blusukan. Kemarin (12/3), Marwan menyam-bangi Dusun Japanan, Margodadi, Seyegan. Tanpa pengawalan po-lisi dan protokoler, Marwan hadir sekitar pukul 11.30, hanya di-dampingi asisten. Dia menumpang Toyota Alphard hitam.Kehadiran Marwan tidak diketa-hui warga sebelumnya. Pun demikian Pemkab Sleman. Hanya, beberapa polisi dari sektor setempat dan ca-mat hadir menemui menteri. “Saya sengaja. Untuk mengecek kesiapan RPJMDes,” ungkap Mar-wan usai meninjau kolam ikan lele milik kepala desa setempat.
Dari blusukannya ke beberapa desa di Indonesia, Marwan menda-pati sebagian besar wilayah cukup responsif menyambut bantuan dana desa dari pemerintah pusat. Untuk itu, pemerintah desa harus menyiap-kan RKPDes, APBDes, dan RPJMDes, sebagai syarat pencairan dana desa. “Jika itu semua sudah dibuat, segera cair. Alhamdulillah banyak desa siap terima dana desa,” lanjutnya. Marwan mengatakan, meskipun masih ada desa kesulitan mem-buat APBDes atau RPJMDes lanta-ran belum ada peraturan daerah, hal itu tidak menjadi soal. Dua re-gulasi lebih tinggi kedudukannya, yakni PP 43/2014. Tentang Desa dan PP 60/2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari APBN. “Itu cukup sebagai payung hukum menyusun RPJMDes, tanpa perda,” ungkapnya.
Tahun ini, rata-rata per desa bakal menerima bantuan Rp 200 juta. Dana itu berasal dari alokasi Rp 70 triliun yang dibagi seluruh desa se-Indonesia. Dana ini diku-curkan bertahap per tahun, hing-ga terakumulasi Rp 1,4 miliar. Dana tersebut bukan berasal dari APBN keseluruhan. Tetapi 10 persen dari dana transfer daerah yang diatur dalam UU Desa.Nah, untuk membelanjakan ban-tuan tersebut, Marwan mendorong desa membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Lembaga ekonomi yang dikelola desa diha-rapkan menjadi kekuatan masya-rakat dalam menumbuhkan kese-jahteraan. Marwan juga mewa-canakan bantuan modal bagi BUMDes yang dinilai produktif dan prospektof. Makin kuat BUM-Des, bantuan pun lebih besar. “Ini sedang kami proyeksikan. Ban-tuan sesuai kebutuhan,” katanya.
Di sisi lain, Marwan juga akan menerjunkan tim pendampingan untuk mengelola dana desa sete-lah April. Menunggu masa peng-akhiran PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat). Pendampingan dirasa penting mengingat bantuan dana desa akan diaudit langsung oleh Badan Pe-meriksa Keuangan (BPK). Kepala desa otomatis menjadi kuasa peng-guna anggaran, yang menjadi objek terperiksa. (yog/din/ong)