ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
ANEKA LOMBA:Peringatan Hari Jadi Kota Mungkid juga diisi berbagai kegiatan yang pesertanya adalah para PNS di Kabupaten Magelang.
MUNGKID – Pemkab Magelang menge-luarkan kebijakan yang berbeda tahun ini. Seluruh pegawai diharuskan mengenakan pakaian adat Jawa. Ini bertujuan melestarikan budaya adat Jawa yang selama ini dinilai jarang yang memperhatikan
“Pemkab Magelang meng-haruskan seluruh pegawainya mengenakan pakaian adat dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kota Mungkid ke-31. Ren-cananya, akan dilaksanakan pada Senin, 23 Maret mendatang,” kata Plt Sekda Agung Trijaya kemarin (12/3).
Menurut Agung, sebenarnya HUT Kota Mungkid jatuh pada 22 Maret. Karena tanggal tersebut jatuh hari Minggu, pelaksanaanya diundur sehari. Sehingga, upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kota Mungkid ke-31 akan dilak-sanakan pada Senin (23/3).Ia mengimbau seluruh SKPD serta BUMD juga menggunakan pakaian adat. Selain itu, dalam rangkaian kegiatan juga diper-lombakan olahraga tradisional. Seperti egrang, balap karung, dan balap terompah panjang.”Kami orang Jawa sudah semestinya melestarikan adat dan budaya jawa. Tradisi seperti itu perlu dilestarikan, karena sekarang ini jarang sekali yang mau mengenakan pakaian adat,” tegas Agung.
Perigatan Hari Jadi Kota Mungkid tersebut juga diisi dengan ber-bagai kegiatan. Antara lain, ge-rakan kebersihan (6/3), lomba olahraga tradisional (12/3-13/3), jalan sehat ( 13/3), Fun Bike (14/3), tirakatan dan sarasehan dengan narasumber Drs Henri Sutopo dari Jogjakarta.Selain itu ada juga sepak bola jago kapuk antara muspida melawan jurnalis dan eksekutif (17/3-18/3), pameran batik, kuliner, dan kriya.Juga ada pameran museum yang dimeriahkan dengan 1.000 penari topeng ireng (19/3), senam masal (20/3), upacara (23/3), lomba nyanyi tunggal kepala SKPD ( 23/3), dan ditutup pentas wayang kulit dengan dalang Ki Seno Nugroho dari Jogjakarta. Untuk pertunjukan ini, panitia juga mendatangkan bintang tamu Rabies. “Dalam upacara peringatan nanti, semua peserta wajib mengenakan pakaian adat Jawa. Terutama bagi peserta hingga petugas upacara,” katanya. (ady/hes/ong)