SLEMAN – Bupati Sleman Sri Purnomo berharap setiap perusa-haan besar, khususnya yang baru didirikan mengambil air tidak dari dalam tanah di lingkungan setem-pat. Menurutnya, hal itu merupakan kehendak warga Sleman. Berbagai kekhawatiran soal kelangkaan air bersih di lingkungan perusahaan menjadi alasan utama. “Syarat (masyarakat) itu harus di-patuhi. Jika tidak, niscaya mempero-leh izin dari warga,” ingat bupati usai pelantikan dewan pengawas PDAM Sleman kemarin (12/3).
Kondisi itu mengharuskan setiap perusahaan mengambil air dari PDAM. Nah, ke-butuhan volume yang cukup besar harus bisa terlayani oleh perusahaan daerah itu.Di sisi lain, PDAM tidak boleh mengu rangi kebutuhan suplai air bersih bagi masyarakat. Baik segi kuantitas maupun kualitas. Karena itulah peran dewan pengawas men-jadi faktor krusial.Asisten Sekda Bidang Pembangunan Suyamsih ditunjuk sebagai salah satu dewan pengawas PDAM Sleman 2015. Tugas dia dibantu dua tokoh lain, Su-haryadi dan Djoko Waluyo. Ketiganya akan mengawal perusahaan darah lima tahun ke depan.
Bupati Sleman Sri Purnomo meng-ingatkan mereka bahwa tugas dewan pengawas bukan sebatas mengawasi proses kerja karyawan.Tetapi, lebih dari itu. Dewan penga-was harus bisa memacu motivasi kepada jajaran direksi dan manajemen perusahan dalam optimalisasi ki-nerja yang bermuara pada pelayanan publik. “Layanan kepada masyarakat harus lebih baik,” pintanya usai pro-sesi pelantikan kemarin (12/3).Mengingat tantangan PDAM tidak semakin ringan, bupati menginstruk-sikan dewan pengawas ikut meng-kaji potensi dan permasalahan yang dihadapi perusahaan.”Dewan pengawas harus mampu memberi solusi,” pintanya.
PDAM yang sejak pendiriannya se-ring merugi mulai menunjukkan tren positif. Keuntungan yang diperoleh otomatis menjadi sumbangan penda-patan asli daerah.Bupati berharap prestasi itu ditingkatkan lagi.Tak kalah penting, Sri Purnomo mewanti-wanti, progres layanan PDAM harus dinamis, sehingga bisa memi-nimalissi ketidakpuasan pelanggan. Sri menyadari, tingkat kekritisan ma-syarakat makin tinggi. Sedikit perso-lan saja, urusan bisa sampai pejabat pemerintahan. (yog/din/ong)