GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
MODUS BARU: Petugas menunjukkan barang bukti berupa alat penyulingan ganja yang terbuat dari kaca, dalam gelar kasus penyalahgunaan narkoba di Mapolresta Jogja, kemarin (12/3). Peredaran ganja dikemas dalam bentuk kapsul merupakan modus baru.
JOGJA – Penyalahgunaan narkoba di Jog-jakarta tampaknya tak ada habisnya. Setelah beberapa waktu lalu Polres Sleman berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu yang dikendalikan dari tahanan, kini giliran Polresta Jogja berhasil membongkar pereda-ran narkona jenis ganja dengan modus baru. Dalam aksinya, tersangka mengedarkan ganja dengan cara dikemas dalam kapsul. Cara seperti itu, selama ini akrab untuk mengedarkan narkoba jenis sabu.Tersangka yang berhasil dibekuk jajaran Pol-resta Jogja, adalah Petrus Ridianto, 38, warga Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Dalam praktik bisnis ganja, Petrus mengemasnya ke dalam sebuah kapsul. Ia ditangkap pada 3 Maret lalu, saat sedang mengekstrak ganja tersebut.Kapolresta Jogja Kombes Pol R Slamet Santoso mengatakan, modus yang diguna-kan tersangka dalam memasarkan ganja ke dalam sebuah kapsul, merupakan modus baru. Pihaknya terus mendalam kasus ini melalui Sat Resnarkoba Polresta Jogja
“Ini modus baru peredaran gan-ja di Jogja. Pelaku memasukkan ganja ke dalam kapsul,” kata Slamet di Polresta Jogja, kemarin (12/3).Menurut Kaporesta, modus se-macam ini, sebelumnya lebih akrab untuk peredaran narkoba jenis sabu. “Artinya, pengekstrakan bahan psikotropika ini, jarang ditemukan untuk jenis ganja,” tandasnya. Namun, faktanya, cara itu juga berlaku untuk barang jenis ganja. “Pada prinsipnya, modus yang digunakan tersangka, ada-lah untuk mengelabui petugas. Eksperimen ini tentu harus kami waspadai,” lanjut Slamet.Lebih jauh dijelaskan, tersang-ka atas nama Petrus ditangkap sejak 3 Maret lalu. Namun untuk kepentingan penyidikan dan pengembangan kasus ini, se-hingga baru dirilis kemarin. “Saat dilakukan penangkapan waktu itu, tersangka tengah mengekstrak ganja menggunakan suling yang terbuat dari tabung kaca,” lan jutnyaHasil ekstrak itu rencananya akan dimasukkan ke dalam kapsul lalu diedarkan. “Tapi belum sempat diedarkan, keburu kami tangkap,” ujarnya.
Dari penangkapan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa 6 bungkus plastik berisi ganja seberat 936,6 gram, kaleng berisi ganja, satu mang-kok berisi tembakau dan biji ganja, satu teko berisi rendaman biji ganja dan alkohol, satu botol isi rendaman bunga dan biji ganja. “Total barang bukti yang diamankan, 979,2 gram ganja. Juga ada lima plastik berisi se-kitar 500 kapsul,” katanya.Kasat Resnarkoba Polresta Jogja Kompol Topo Subroto menamba-hkan, dari hasil pemeriksaan se-mentara, tersangka mengaku bahwa ganja yang ia ekstrak itu diperoleh dari salah satu kenalannya di Nagroe Aceh Darussalam (NAD). Untuk memperoleh dagangan-nya itu, tersangka terlebih dulu mentransfer sejumlah uang. Untuk mengelabui petugas, ba-rang yang dikirim dari Aceh tersebut dikemas dalam kotak bertuliskan obat herbal. “Dari pengakuan tersangka, ia belajar mengekstrak dari internet. Ia juga menjelaskan, dari eksperi-men itu, digunakan untuk me-nyembuhkan kaki kanannya yang lumpuh,” jelasnya. (fid/jko/ong)