SETIAKY/RADAR JOGJA
MASIH MUDA-MUDA: Para tersangka yang terjaring Operasi Curat Progo 2015 berikut barang bukti hasil kejahatannya, saat dikumpulkan di Mapolda DIJ, kemarin (13/3).
SLEMAN – Operasi Curat Progo 2015 Polda DIJ yang berlangsung 24 Februari hingga 9 Maret 2015 berhasil menangkap 45 tersangka. Dari tersangka yang diringkus Dit Reskrimum Polda DIJ beserta jajarannya, pelakunya muda-muda. Namun pola main mereka tidak kalah dari tersangka dengan jam terbang yang tinggi.Wadir Reskrimum Polda DIJ AKBP Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, selama ope-rasi ini berlangsung pihaknya mencatat ada 33 kasus baik dari pelaku Target Operasi (TO) maupun non-TO. Dari 33 kasus itu, ditahan 45 tersangka dengan rincian Dit Reskrimum Polda DIJ 4 tersangka, Polresta Jogja 7 tersangka, Polres Sleman 11 tersangka, Polres Bantul 7 tersangka, Polres Ku-lonprogo 5 tersangka, dan Polres Gunungkidul 11 tersangka
“Dari jumlah tersangka yang berhasil kita amankan, keba-nyakan pemain muda. Namun tindakannya tidak kalah dengan pelaku kejahatan yang sudah mahir,” kata Djuhandhani ke-pada wartawan di Mapolda DIJ kemarin (13/3).Djuhandhani menambahkan, dari operasi itu kasus yang paling menonjol terjadi di wilayah hu-kum Polres Bantul. Hal itu di-tandai dengan jumlah kerugian yang ditaksir ratusan juta rupiah dari hasil kejahatan para ter-sangka. Kemudian disusul Polres Sleman, di mana beberapa TKP curat yang cukup meresahkan masyarakat masih sering ter-jadi di wilayah ini.Satu hal yang menarik dari operasi ini, di mana kasus pen-curian ternak masih marak di wilayah hukum Polres Gunung-kidul. Modus yang digunakan, para pelaku ini terlebih dulu mengintai sasaran ternak. Me-reka dilengkapi kendaraan roda empat. Sedangkan waktu yang biasa digunakan untuk beraksi antara tengah malam hingga menjelang Subuh. “Jadi pelaku pencurian ternak ini menggunakan mobil Avanza. Nah, sapinya dimasukkan ke dalam mobil,” jelasnya.
Selain 45 tersangka yang dia-mankan dari seluruh jajaran Polda DIJ, Dit Reskrimum Polda DIJ juga menyita 132 barang bukti, di mana 37 barang bukti diamankan dari tersangka TO, sedangkan 95 barang bukti lain-nya disita dari tersangka non-TO.Barang bukti kejahatan curat yang terjadi di wilayah hukum Polda DIJ ini didominasi alat komunikasi, barang elektronik, uang tunai, dan sepeda motor. Khusus barang bukti yang di-amankan Polres Bantul dan Polres Gunungkidul, ada bebe-rapa ekor hewan ternak hasil kejahatan tersangka. Adapun kasus curat di wilayah hukum Polda DIJ tahun 2014 terjadi 741 kasus. Jumlah itu menurun jika dibandingkan tahun 2013 yang mencapai angka 872 kasus. Artinya, kasus ini mengalami penurunan 131 kasus atau 15,02 persen. Untuk 2015, Polda DIJ berupaya untuk terus meminimalisasi kasus itu.”Memang terjadi penurunan, namun kejadian curat masih tinggi.
Sementara penyelesaian dan pengungkapan relatif masih rendah karena beberapa faktor,” kata Kabid Humas Polda DIJ AKBP Anny Pudjiastuti.Menurut Anny, beberapa fak-tor itu di antaranya para pelaku curat telah terkoordinir dengan rapi dalam beraksi. Selain itu banyaknya residivis kambuhan yang memiliki spesialis baik curat, curas, maupun curanmor. Faktor lain, pelaku curat me-miliki mobilitas tinggi untuk melakukan aksinya, termasuk memasarkan seluruh hasil keja-hatannya. “Termasuk jaringan komunikasi para tersangka dengan mengunakan senjata api maupun senjata tajam,” imbuhnya.Melihat kondisi ini, Polda DIJ terus berupaya menekan angka tingkat kejahatan curat yang sudah meresahkan masyarakat. Selain itu, Polda DIJ juga meng-ajak kepada seluruh lapisan masyarakat agar bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, sehingga bisa menekan angka kejahatan apa pun yang berpo-tensi mengganggu keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda DIJ. (fid/laz/ong)