JOGJA – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jogja memperkirakan pada 2015 ini jumlah pecandu narkoba di Kota Jogja meningkat menjadi 2,8 persen dari total jumlah penduduk Kota Jogja. Pada 2014 lalu, data di BNNK Jogja, jum-lah pecandu narkoba mencapai 2,4 persen dari total jumlah pendududk Kota Jogja, atau 5.655 pengguna.Kepala BNNK Jogja Sapto-hadi mengatakan, mayoritas pengguna narkoba di Kota Jogja berasal dari kalangan pe-lajar dan mahasiswa. Menurut dia, pada awalnya mereka mengenal narkoba setelah men-coba merokok. “Kondisinya seperti itu, di antara para peng-guna, umumnya adalah pelajar dan mahasiswa,” kata Sapto-hadi, kemarin (13/3).
Sebagai pencegahan, BNNK Jogja akan melakukan pem-berdayaan sekolah bebas nar-koba. “Karena kebanyakan pengguna merupakan pelajar dan mahasiswa, upaya pence-gahan juga dimulai dari se-kolah,” tandasnya.Lebih jauh, Saptohadi men-jelaskan, sebenarnya selama tiga tahun terakhir ini, BNNK sudah memulai program pem-berdayaan sekolah bebas nar-koba (PSBN), utamanya untuk sekolah negeri. “Selama tiga tahun itu, upaya kami berhasil,” ungkapnya. Untuk itu, pada 2015 ini, program pemberdayaan se-kolah bebas narkoba akan ditingkatkan. BNNK Jogja siap menyasar ke sekolah-sekolah swasta. Diakuinya, untuk se-kolah swasta, tantanganya akan lebih berat dibandingkan se-kolah negeri. “Karena itu, kami juga akan libatkan Dinas Kesehatan, kecamatan dam Puskesmas,” paparnya.
Menurutnyan, hingga kema-rin, sudah ada 61 sekolah swasta di Kota Jogja yang di-kirimi formulir kesediaan men-jadi PSBN. Dari jumlah terse-but, nantinya akan diseleksi hingga terpilih liam skeolah swasta yang akan menjalankan PSBN. “Harapan kami, sekolah memiliki inovasi dalam pen-cegahan peredaran atau penya-lahgunaan narkoba di ling-kungan sekolah, sekaligus bisa mengajak sekolah di se-kitarnya untuk menjalankan program serupa,” terangnya.Setiap sekolah, nantinya akan mendapatkan fasilitas berupa pelatihan dan pembentukan satgas narkoba, dan advokasi terhadap pelajar yang terindi-kasi narkoba. Di sisi lain, tahun ini juga di-gencarkan gerakan nasional rehabilitasi 100.000 pecandu narkoba. “Kota Jogja juga akan ikut dengan menggelar dekla-rasi antinarkoba dari pemerin-tah dan masyarakat,” katanya. (pra/jko/ong)