GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR
JOGJA RICUH: Sejumlah suporter PSIM Jogja berusaha meredam keadaan saat terjadi keributan antara suporter dengan warga di Jalan Magelang KM. 13, Murangan, Sleman, kemarin (13/3).
SLEMAN – Sejumlah suporter PSIM Jogja terlibat keributan dengan warga di Jalan Magelang, Sleman, saat berangkat menuju Magelang untuk mendukung timnya uji coba dengan PPSM Magelang, kemarin (13/3). Aki-bat peristiwa ini, beberapa rumah warga dan klinik kecantikan di daerah Murangan dan Temula-wak, mengalami kerusakan. Kaca-kaca dan genteng pecah terkena lemparan batu.Seusai melempari rumah warga yang berada di timur jalan itu, para suporter PSIM Jogja melanjutkan perjalanan ke Ma-gelang. Dalam peristiwa ini be-lum diketahui pemicu keributan yang terjadi di Jalan Magelang Km 12 dan 13 tepatnya di daerah Murangan dan Temulawak itu.
Namun diduga kedua wilayah itu merupakan salah satu basis suporter PSS Sleman. Ratusan orang masih berkumpul di Jl Magelang km 14 , Morangan, Sleman, hingga tadi malam. Me-reka merangsek hingga bahu jalan arah Jogja. Hingga berita diturun-kan, aparat kepolisian masih ber-jaga di lokasi. Sementara arus lalu lintas di sekitar lokasi masih lancar.Sementara itu dalam pertan-dingan uji cobanya, PSIM Jogja yang menyambangi markas PPSM Ma-gelang di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Ony Kurniawan dkk menang tipis 3-2. Pelatih PSIM Jogja Seto Nuridyantara mengaku cukup puas dengan penampilan anak didiknya. Dia pun memuji penampilan yang menarik disak-sikan.”Mereka sudah mulai men-jalankan dengan efektif apa yang kami inginkan,” pujinya.
Tim tamu unggul lebih dulu di menit ke 25 lewat pemain tengah Latief. Satu gol tambahan lagi dis-umbangkan pemain depan Roni Setiawan. Keunggulan dua gol ini bertahan hingga babak pertama usai.Tuan rumah sukses menipiskan skor di awal babak kedua lewat Imam Syahid. Namun, aksi pemain tengah PSIM Jogja Hendika Arga Permana membuat skor kem-bali menjauh. Skor menjadi 3-1. Jelang laga usai PPSM bisa mem-perkecil ketertinggalan lewat Agus Salim. (pra/aga/din/ong)