ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
MENGHIBUR: Salah satu yang tampil di Jogja Air Show 2015 adalah pesawat swayasa yang bisa dimanfaatkan Basarnas untuk proses evakuasi dan penyelamatan korban tenggelam di laut.
KRETEK – Mulai kemarin (13/3) Landasan pacu Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) DIJ di kawasan Pantai Depok, Parangtritis, Kretek mulai dipadati peserta Jogja Air Show (JAS) 2015. Namun demikian, sejumlah peserta undangan dari Malaysia dan Singapura dijadwalkan baru tiba hari ini. “Tamu undangan dari Malaysia hari ini (kemarin, Red) masih berada di Jakarta,” terang pelaksana teknis JAS 2015 Hari Agung.
Panitia sengaja mengundang tamu undangan dari negara tetangga untuk turut meramai-kan even tahunan ini. Nantinya, tiga tamu undangan dari negeri Jiran ini diminta khusus menerbangkan pesawat microlight secara bersama-sama. “Para peserta mayoritas dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mulai berdatangan hari ini,” ujarnya.Usai tiba di landasan pacu FASI DIJ, para peserta lomba kedirgantaraan ini langsung mulai melakukan persiapan. Berbagai latihan mereka lakukan untuk menghadapi perlombaan resmi yang rencananya dimulai pada hari ini. Di antaranya adalah peserta lomba paralayang dan paramotor.
“Beberapa perlombaan seperti terjun payung dan aero towing gantole sudah dimulai hari ini,” urai pria yang juga pelatih microlight dan paralayang ini.Pada JAS kali ini, kata Hari, panitia juga ingin memperkenalkan berbagai jenis pesawat swayasa kepada Basarnas. Sebab, pesawat swayasa ini bisa dimanfaatkan Basarnas untuk proses evakuasi dan penyelamatan korban tenggelam di laut. Selain paramotor, pesawat swayasa dinilai cocok lantaran dapat terbang rendah menyusuri pantai. (zam/din/ong)