GUNAWAN/RADAR JOGJA
GUGAH SIMPATI: Pendukung terdakwa perusakan hutan BKSDA Paliyan membagikan stiker dukungan untuk Harso Taruna di sekitar Alun-Alun Gunungkidul kemarin (15/3).
GUNUNGKIDUL – Sesuai jadwal, hari ini vonis terhadap terdakwa perusakan hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Paliyan, Harso Taruna akan dijatuhkan Peng-adilan Negeri (PN) Wonosari. Namun, Suraji Noto Suwarno selaku pengacara terdakwa memilih irit bicara ketika ditanya langkah hukum terkait kemungkinan terburuk yang diputuskan majelis hakim.”Saya belum mau bicara itu. Kita lihat dulu hasilnya dan kami akan meminta pendapat keluarga Mbah Harso dulu,” kata Suraji di sela pembagian stiker berisi dukungan Harso Taruna di traffic light Alun-Alun Wonosari kemarin (15/3).
Menurutnya, tim penasihat hokum sudah berupaya maksimal. Itu dimulai eksepsi dakwaan jaksa penuntut umum (JPU), menggali fakta di persidangan sampai pada pembelaan/pledoi. “Saya tegaskan ini bukan murni kesalahan Mbah Harso,” tegasnya.Menurut dia, terdakwa adalah petani yang beritikad baik karena membeli lahan. Bukan serta merta masuk menggarap. Di sisi yang lain kebijakan kepala BKSDA salah dan bertentangan dengan UU No 5/ 1990 dan kebijakan ini cenderung mendorong masyarakat untuk masuk penjara.”Saya berharap majelis hakim untuk mem-bebaskan terdakwa dengan pertimbangan sosial karena umurnya sudah tua. Tetapi jika majelis berpendapat lain semoga ada keadilan yang seadil-adilnya,” harap pembina korwil Jogja dan ketua divisi hukum Ikaragil ini.
Sebagai bentuk dukungan moral, Ikatan Keluarga Rantau Gunungkidul (Ikaragil) membagikan stiker kepada masyarakat. Lewat aksi ini mereka berharap bisa menggugah hati nurani masyarakat atas kasus yang menimpa Harso Taruna.Menurut mereka, melalui berbagai bentuk dukungan ini ke depan bisa menjadi salah satu bahan evaluasi bagi jajaran (BKSDA) untuk melakukan perbaikan.Sebab, kebijakan BKSDA menyewakan lahan di hutan suaka margasatwa memberikan peluang terjadinya perusakan hutan akibat ketidaktahuan aturan oleh petani penggarap lahan. Ikaragil di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Semarang juga melakukan penggalangan dana dan terkumpul Rp 1, 2 juta. Uang itu akan digunakan untuk membayar denda apabila majelis hakim memutuskan Mbah Harso bersalah dan diwajibkan membayar denda. (gun/din/ong)