JOGJA – Kehadiran program jaminan kesehatan dan tenaga kerja dengan digulirkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) berpengaruh pada bisnis asuransi swasta. Dengan biaya yang lebih murah, masyarakat lebih banyak berpaling ke BPJS kesehatan daripada meng-gunakan asuransi. MNC Life Assurance merasakan pengaruh pertumbuhan nasabah asuransi atas kehadiran BPJS Ke sehatan. Regional Agency Director PT MNC Life Assurance DIJ dan Jawa Tengah Chandra Harry menjelaskan, keberadaan BPJS sedikit mempengaruhi per-tumbuhan nasabah. Hanya, bila dihitung dari jumlah, angkanya masih belum terlalu signifikan.”Ada penurunannya tapi tidak terlalu signifikan. Untuk angka pastinya, kami belum mengtahui. Karena penerapan BPJS juga masih terbilang baru,” kata Chandra, kemarin (15/3).
ia meneruskan, nasabah yang lebih memilih bertahan meng-gunakan asuransi swasta, karena lebih praktis dan prosesdurnya yang tidak terlalu berbelit. Ini berbeda dengan BPJS keseha-tan, di mana pada praktik di lapangan begitu kompleks, karena banyak prosedur yang harus di lalui.Chandra mengungkapkan, perkembangan MNC Life Jog-jakarta cukup pesat. Karena kesadaran masyarakat akan pen-tingnya memiliki asuransi. Ter-utama di kota-kota besar dengan tingkat pendidikan yang lebih maju. Tercatat ada 4 ribu na sabah yang terdaftar untuk wilayah DIJ dan Jawa Tengah.
“Di tahun ini, kami optimistis jumlah customer kami akan me-ningkat 20-25 persen. Dengan sistem pelayanan kesehatan dan prosedural layanan kesehatan yang relatif lebih cepat bagi kustomer pertumbuhannya akan semakin baik,” tandasnya.Berbarengan dengan itu, MCV Life memiliki program CSR dan membagikan 1,000 kartu asuransi gratis pada masyarakat di Pasar Beringharjo dan Keraton Jogja-karta. Langkah ini dilakukan untuk menyasar konsumen di sektor mikro yang jumlahnya mencapai 2,7 juta orang. (bhn/hes/ong)