BOLA panas Rancangan Peraturan Daerah Istimewa (Raperdais) Pengisian Jabatan Gubernur dan Wagub terus meng-gelinding tak menentu. Tak hanya me-mecah internal Keraton, bola panas ini juga mengancam Fraksi Kebangkitan Nasional (FKN, gabungan PKB dan Nas-dem di DPRD DIJ
“Besok (hari ini, Red), renca-nanya saya akan bertemu dengan Mbah Bardi (Subardi, Ketua DPW Nasdem DIJ) untuk membahas itu, ” ujar Ketua DPW PKB DIJ Agus Sulistyono ditemui usai membuka Musyawarah RAPI Kota Jogja, kemarin (15/3.
Agus mengungkapkan, sampai saat ini Partai Nasdem memang belum mengeluarkan sikap resmi terkait dengan Raperdais. Apakah mengikuti sikap PKB yang bersikukuh mendukung penulisan pasal tersebut sesuai UU No 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan DIJ, atau menam-bah klausul suami di samping kata istri. “Makanya, kami masih menunggu. Besok baru akan jelas semuanya,” imbuh Agus. Sikap PKB usai konsultasi dengan kiai di Nahdlatul Ulama (NU) dan partai itu akhirnya mendukung penulisan pasal kontroversi, tetap sesuai usulan eksekutif. Penulisannya, syarat gubernur memuat antara lain, daftar riwayat istri, anak kandung, pendidikan, pekerjaan, dan sau-dara kandung. Itu berarti sama dengan empat fraksi lain, Fraksi Pembangunan Demokrat (gabungan PPP dan Partai Demokrat, Fraksi PAN, Fraksi PKS, dan Fraksi Golkar.
Sedangkan dua fraksi lain, Gerindra dan PDIP akhirnya goyah dan berpeluang mengik-uti ketentuan hukum dengan menuliskan sama seperti UUK.”Bagi kami UUK adalah harga mati. Karena, itu telah melalui pembahasan panjang dan se-suai dengan dhawuh kiai,” tan-das anggota DPR RI ini. Ia mengungkapkan, tapi hal tersebut bukan cerminan fraksi. Sebab, PKB bergabung dengan Nasdem dan masih menanti sikap partai bentukan Surya Palon tersebut. “Kalau berbeda pasti ada risikonya. Lagi pula anggota PKB ada lima orang. Cukup membentuk fraksi sen-diri tanpa gabungan,” tambahnya.
Hanya saja Agus enggan beran-dai-andai PKB bakal memben-tuk fraksi sendiri. Ini menging-at partainya masih harus me-nanti sikap Nasdem. “Jangan sekarang, karena baru besok kami menentukan sikap,” imbuh mantan anggota parlemen di DPRD DIJ ini. Di lain pihak, Ketua DPW Par-tai Nasdem DIJ Subardi saat dikonfirmasi hal tersebut tak memberikan jawaban jelas. “Nanti saja bertemu untuk men-jelaskan,” kilahnya melalui BBM.Saat ini, Pansus Raperdais te-rus menggelar komunikasi. Ke-tua Pansus Raperdais Pengisian Jabatan Gubernur dan Wagub Slamet mengatakan, pihaknya masih terus melobi semua frak-si. “Tujuannya agar bisa musya-warah mufakat,” anjutnya.
Politikus dari Partai Golkar ini hanya menegaskan, untuk pem-bahasan tersebut pihaknya ber-peluang menggelar rapat lagi. Agendanya finalisasi pembaha-san dengan mengundang Ka-sultanan, Kadipaten, dan masy-arakat. “Sekarang masih intensif lobi-lobi,” tuturnya. Mantan wakil rakyat dari DPRD Gunungkidul mengatakan, dari lobi-lobi tersebut ia ha-rapkan segera mengerucut kesimpulan. Sehingga, target rapat paripurna 30 Maret men-datang bisa terealisasi. “Sebe-lumnya finalisasi,” tandasnya. (eri/laz/ong)