YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
RUSAK: Akibat hujan lebat, tanaman padi siap panen ini rusak. Padahal, tinggal beberapa hari lagi waktunya dipanen, meskipun nilai jualnya tidak bisa maksimal.
KALASAN- Hujan yang melanda kawasan utara dan timur Kabupten Sleman beberapa hari terakhir menyebabkan rumah warga tergenang air luapan sungai. Tidak hanya itu, derasnya arus air juga mengakibatkan pematang sawah terkikis. Tak ayal, debit air irigasi mengucur kencang hingga menggenangi lahan pertanian. Akibatnya, banyak tanaman padi siap panen roboh. Petani dipusingkan dengan kondisi tersebut. “Padahal hanya menunggu seminggu siap panen, malah rusak,” keluh Sumitro,60, seorang petani di Kalasan kemarin (15/3). Kakek tiga cucu itu sempat terpana dengan kondisi sawahnya, yang hampir separo rusak. Dia lantas bergegas mengikat beberapa tanaman padi yang roboh agar bisa ditegakkan. Upaya itu tetap tidak bisa memulihkan kondisi tanaman karena batangnya patah. Itu hanya cara Sumitro agar lebih mudah memanen padi. “Tinggal dirontokkan pakai alat,” katanya.
Sumitro terpaksa memanen padi lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Meskipun nilai jualnya tidak bisa maksimal. Sebab, kandungan air pada buah tinggi. Padi juga belum masak karena belum masa panen. “Daripada membusuk,” lanjut Sumitro. Di Pakem dan Ngaglik, tanaman padi ambruk juga terjadi di beberapa lokasi. Akibat hujan deras tiga hari lalu.Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Widi Sutikno mengatakan, panen dini menjadi solusi paling tepat mengatasai tanaman padi yang roboh. “Dipercepat saja (panen). Mau bagaimana lagi. Itu karena faktor alam,” ujarnya. Widi mengimbau petani memperbaiki pematang sawah dan saluran irigasi. Tidak kalah penting saluran drainase. Agar saat debit air cukup deras karena curah hujan tinggi, air tidak meluap dan meluber masuk area sawah.
Menurut Widi, tumbangnya tanaman padi bukan lantaran kualitas tanaman kurang bagus sehingga akarnya tidak kuat. Kendati begitu, sistem dan pola tanam yang baik akan menghasilkan tanaman berkualitas. Misalnya, pola padi-padi-palawija. Padi ditanam dengan sistem tajarwo (tata jajar legowo). Selain kesuburan tanah lebih terjaga, lanjut Widi, dengan pola tanam yang baik dan teratur, tingkat produktivitas tanaman padi akan lebih bagus. Dengan begitu pendapatan petani akan lebih besar lagi. (yog/din/ong)