SETIAKY/RADAR JOGJA
PERLUAS HUBUNGAN: Usai menerima gelar dan kekancingan, lima kerabat Kerajaan Malaysia diajak oleh KGPAA Paku Alam IX Anglingkusumo melihat bangunan dan benda-benda museum di Puro Pakualaman, kemarin (15/3).
JOGJA – Kadipaten Pakualaman memper-luas hubungan tak hanya terbatas di tanah air. Jalinan komunikasi juga digalang dengan sejumlah kerabat kerajaan di Malaysia. Salah satunya membentuk Himpunan Kerabat Pakualaman (HKPA) di negeri jiran itu.”Antara Indonesia dengan Malaysia ada-lah saudara serumpun. Maka sudah seha-rusnya silaturahmi kita jaga dan pelihara,” ungkap Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam IX Anglingku-sumo saat memberikan sambutan dalam acara penganugerahan gelar dan pembe-rian kekancingan bagi lima kerabat Kera-jaan Malaysia di Gedong Purworetno kom-pleks Pakualaman, Jogja, kemarin (15/3).
Adapun lima kerabat Kerajaan Malaysia itu mendapatkan gelar Kanjeng Raden Tumeng-gung (KRT). Mereka adalah KRT Dato Seri Mohd Mazlan Bin Othman Notonagoro, KRT Dato Seri Zulkifli Bin Ab Rashid Notonagoro, KRT Dato Seri Mohd Zamani Bin Abdullah Notoprojo, KRT Dato Seri Kamanshah Bin Samad Notobrojo dan KRT Seri Mat Amin Bin A. Ghani Notodiningrat. Selain menerima gelar, mereka juga menda-patkan kekancingan atau surat keputusan membentuk HKPA di negeri tetangga ter-sebut. HKPA merupakan organisasi yang mewadahi keluarga atau kerabat Pakuala-man. “Baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri,” imbuh Penghageng Kasentanan Pakualaman KGPH Widjojo-kusumo yang ikut hadir dalam acara itu.
Jalannya acara berlangsung sederhana, namun khidmat. Purworetno yang dipakai acara merupakan gedung yang dibangun raja Surakarta Susuhunan Paku Buwono X sebagai hadiah untuk putrinya GRAy Retno Puwoso yang menjadi permaisuri PA VII atau ibunda PA VIII. Selama acara, tampak beberapa kerabat Pakualaman hadir. Di antaranya permai-suri KGPA PA IX Anglingkusumo, GRAy Retno Dewayani, KPH Wiroyudho dan BRAy Iriani Widjojokusumo. Usai mene-rima gelar, lima tamu dari negeri jiran itu berkesempatan melihat-lihat bangunan di Pakualaman. Antara lain Bangsal Sewatama dan Museum Puro Pakualaman yang dikelola bebadan museum di bawah penguasaan PA IX Anglingkusumo. Selama berada di Bangsal Sewatama, mereka banyak bertanya soal bentuk bangu-nan dan foto-foto yang terpampang di bangsal tersebut. Di antaranya ada foto para Adipati Pakualaman. Ketika di mu-seum, mereka juga mendapatkan penje-lasan soal kereta-kereta kerajaan milik Pakualaman. Antara lain kereta Kyai Roro Kumenyar, Kyai Manik Kumolo dan beberapa kereta lain. (eri/laz/ong)