HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
IKAN TARGET: Nelayan di Pantai Congot, Temon, saat mendarat sambil membawa ikan bawal sesuai target buruannya, kemarin (15/3).
KULONPROGO-Nelayan di Pantai Congot, Jangkaran, Temon, Kulonprogo masih menikmati musim ikan bawal. Kendati momen Imlek telah berlalu, harga jualnya mastih bertahan tinggi. Nelayan mengaku lebih semangat berburu ikan bawal lantaran perburuan lobster kini dibatasi.Seperti buah durian dan manggis, musim ikan bawal biasanya datang bersamaan dengan musim udang lobster. Tandanya, musim ikan bawal bersamaan dengan musim penghujan, angin laut masih bertiup kencang dan arus laut masih ditemukan kuat. Namun gelombang tidak terlalu tinggi.”Musim seperti ini ikan bawal selalu muncul secara berkoloni, jika beruntung mereka akan nyangkut di jarring,” kata Gandung, 50, salah satu nelayan di Pantai Congot, kemarin (15/3). Sama seperti udang lobster, saat arus kuat, mereka keluar dari sarang. Namun karena ukuran lobster dibatasi, mereka memilih bawal. Mereka juga masih sering mendapatkan lobster. Tetapi, jika ukurannya tidak masuk, pasar juga tidak mau menerima.
Menurutnya, ikan bawal menjadi salah satu komoditas ekspor. Saat ini harganya masih relative tinggi kendati perayaan Imlek sudah berlalu. Musim ikan bawal biasanya tidak lama. Kondisi laut sangat bersahabat dengan nelayan, kendati intensitas hujan yang masih tinggi belakangan ini. “Gelombang hanya men-capai ketinggian satu meter, bahkan jatuhnya ndlosor (landai,Red). Namun, kendalanya angin kencang dan banyak sampah,” jelasnya. Nelayan lain, Kadiran, 45, menambahkan, di Pantai Congot sedikitnya ada 15 perahu aktif setiap hari melaut. Masing-masing membawa dua orang. Setiap nelayan sekali turun melaut butuh biaya operasional sekitar Rp 200 ribu, itu untuk beli bahan bakar, makan dan rokok. “Kemarin ada yang berhasil mendaratkan ikan bawal cukup banyak, bahkan saat di lelang tembus Rp 15 juta bersih,” tambahnya. Harga ikan bawal diukur besar kecilnya. Kisarannya Rp 80 ribu sampai Rp 300 ribu. “Ikan bawal kelas A beratnya antara 5 Ons – 1 kilogram. Kalau dapatnya segitu harganya biasanya di atas Rp 300 ribu per ekor,” terangnya. (tom/din/ong)