MAGELANG – Kepedulian Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang cukup tinggi. Setidaknya, universitas yang ada di bawah Yayasan Muhammadiyah ini mewujudkan dalam karya nyata.
Lembaga pendidikan yang ada di Kota Magelang ini memberikan beasiswa pada mahasiswa yang orang tuanya meninggal terkena musibah bencana puting beliung pada 26 Februari lalu. Adapun penerima beasiswa adalah Redika Titiana Putri, yang tercatat sebagai mahasiswi Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi UM Magelang semester 2. Putri almarhum Bambang Triyono, warga Kampung Paten Gunung RT 3 RW 11 Kelurahan Rejowinangun Selatan, Magelang Selatan ini juga memiliki prestasi cukup bagus, dengan nilai IPK 3, 90.
Wakil Rektor II BidangAdministrasi Umum UM Magelang Nuryanto mengatakan, beasiswa mahasiswa korban bencana alam tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 013/KEP/II.3.AU/C/2015tanggal 9 Maret 2015. SK isi SK tersebut adalah memberikan beasiswa pada Redika Titiana Putri selama menjadi mahasiswi UM Magelang.
“Beasiswa berupa pembebasan SPP tetap, SPP Variabel (SKS) selama yang bersangkutan bisa mempertahankan IPK minimal 3,25,” papar Nuryanto kemarin (16/3).
Penyerahan beasiswa dilakukan simbolis di kediaman almarhum di Paten Gunung Kota Magelang. Rektor UM Magelang Eko Muh Widodo menyerahkan beasiswa disaksikan Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, dekan FE, wakil dekan FE, serta Kaprodi Manajemen FE UM Magelang.
Rektor mengatakan turut berduka cita atas musibah yang menimpa almarhum Bambang Triyono.
“Beasiswa yang disampaikan merupakan salah satu bentuk kepedulian UM Magelang atas keberlanjutan studi dari Saudari Redika Titiana Putri, mahasiswi yang memiliki kemampuan akademik sangat baik, sehingga perlu di-support. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban keluarga, ” pinta rektor.
Redika merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ibunya, Puji Aningsih mengucapkan terima kasih atas empati dan kepedulian yang diberikan UM Magelang, sehingga bisa meringankan biaya kuliah putrinya yang selama ini menjadi tanggungan suaminya.
“Semoga Redika lebih bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan studinya,” katanya.
Seperti diketahui, pada Minggu dini hari (1/3), Bambang Triono, 46, warga Kampung Paten Gunung RT 3/RW 11 Kelurahan Rejowinangun Selatan, Magelang Selatan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Ia sempat koma selama tiga hari, setelah tertimpa dahan pohon di Jalan Pemuda saat angin ribut. Almarhum sempat dirawat di ICU RSUD Tidar, sebelum akhirnya dipindah ke RST dr Soedjono. Karena, rumah sakit milik Pemkot Magelang tersebut tidak bisa menangani operasi operasi bedah saraf akibat gegar otak yang dideritanya.(dem/hes)
Bentuk Kepedulian UM Magelang