DALAM rangka memberi kesempatan mempersiapkan Ujian Nasional 2015 atau UN yang tinggal hitungan bulan, SMAN 8 Jogja yang akrab dengan sebutan Delayota menggelar Delayota Buat Try Out atau DEBUT kemarin (15/3) di SMAN 8 Jogjakarta.
Antusias yang tinggi terlihat dari ribuan peserta tryout. Hanya dalam waktu tiga hari tiket yang disediakan habis terjual. Lebih dari 1000 peserta SMP sederajat dari berbagai daerah turut jajal kemampuannya dalam mengerjakan soal-soal prediksi UN.
Acara berlangsung mulai pukul 07.00 hingga pukul 14.30 dibagi jadi dua sesi. Masing-masing sesi diberi waktu dua jam dalam pengerjaan soal. Sesi pertama untuk matapelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, selanjutnya sesi kedua untuk IPA dan Bahasa Inggris.
Lain dari tahun sebelumnya, dengan mengangkat tema “Pelajar Berbudaya, Cinta Budaya Dan Peduli Lingkungan” selain memberikan kesempatan untuk uji coba, dari try out tahun ini diharapkan dapat memberikan wawasan terhadap budaya yang ada di Jogja. Selain itu juga mewujudkan pelajar Indonesia yang tidak hanya cerdas intelektual namun juga cerdas dalam mengembangkan budaya. “Kita cukup prihatin aja sama era sekarang, budaya kita semakin luntur oleh perubahan zaman, semoga adek-adek sebagai penerus bangsa bisa tetap menjaga dan melestarikannya”, jelas Riyan Fendi selaku coordinator acara.
Meski dari segi jumlah peserta menurun di tahun ini, tapi Debut lebih meningkatkan kualitas dengan menambah tingkat kesukaran soal. Dari hal ini diharapkan peserta terbiasa untuk mengerjakan soal yang sukar. “Kalau yang sulit aja bisa kemungkinan nanti kalau pas UN soalnya gampang-gampang mereka akan jauh lebih muda untuk menyelesaikkanya,” tambah Riyan.
Firdha Ikhsania salah satu peserta tryout dari SMPN 1 Sanden mengaku senang mengikuti tryout. Walaupun harus menempuh 45 kilometer namun Firdha tetap semangat. Selain bisa uji coba kemapuan ditryout kemarin juga sebagai ajang untuk mencari teman-teman baru. “Enggak cuma belajar tapi kemarin malah bisa dapet banyak teman-teman baru, bisa banyak ngobrol saling berbagi kesiapan menjelang UN besok,” ungkap Firdha.
Sama halnya dengan Yesi Yustica, peserta yang datang jauh dari Gunungkidul ini mengaku semakin bersemangat untuk mempersiapkan UN dan seleksi masuk ke SMA kelak. “Semakin banyak saingan jadi semakin pengen berusaha keras biar nantinya bisa masuk Delayota,” terang Yesi.
Setelah pengerjaan soal, peserta try out dihibur dengan beberapa penampilan ekstrakurikuler andalan Delayota. Penampilan pertama dibuka oleh paduan suara Eight Choir dengan membawakan lagu daerah dan dilanjutkan dengan penampilan ekstrakurikuer lainnya seperti paduan Chrees Eight, tonti Gaparci, Sucok pom-pom boys dan juga band akustik Regrowing Earth. (mey/man)