PENDIDIKAN: Developer game Gameloft Indonesia mendonasikan komputer multimedia ke Sekolah Karitas di Ngaglik, Sleman, Senin (16/3) kemarin. Guna mendukung berkembangnya SDM andal bidang IT juga menjalin kerja sama dengan beberapa universitas di DIJ, Solo dan Salatiga.
SLEMAN – Jogjakarta telah terbukti sebagai tempat penyedia para pekerja kreatif. Inilah yang dirasakan oleh developer game kenamaan, Gameloft Indonesia, setelah mendirikan kantornya di Jogjakarta selama lima tahun.
General Director Gameloft Indonesia Andrei Vladimir Lascu mengatakan, pihaknya telah menjalankan bisnis dari Kota Gudeg sejak lima tahun lalu. Hingga kini, sedikitnya 50 game berkualitas tinggi untuk berbagai platform sistem operasi telah dihasilkan dengan jumlah pekerja hampir 600 orang.
“Produk yang kami hasilkan untuk dipasarkan secara global,” kata Adrei disela-sela penyerahan donasi komputer multimedia dari Gameloft Indonesia di Sekolah Karitas, Ngaglik, Sleman, Senin (16/3).
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak lepas dari begitu besarnya potensi sumber daya manusia (SDM) bidang teknologi informasi yang ada DIJ. Kota ini menawarkan lahan perekrutan yang sangat subur dengan keberadaan sekitar 83 kampus, di mana sekitar 25 persen di antaranya menawarkan SDM andal dari Jurusan Teknik Informatika.
Andrei mengatakan, komposisi yang ada di Jogjakarta saat ini merupakan potensi besar. Sehingga membuat perusahaan ternama asal Prancis tersebut berani menanamkan investasinya hampir 1 juta Euro untuk membangun kantor di DIJ.
Nilai tersebut, kata Andrei, tidak seberapa banyak jika dibandingkan potensi SDM yang cukup bagus di DIJ. “Hal itulah yang membuat nilai investasi Gameloft di Indonesia terus bertumbuh setiap waktu,” terangnya.
Dia mengatakan, guna mendukung berkembangnya SDM andal bidang IT, Gameloft Indonesia menjalin kerja sama dengan beberapa universitas di DIJ, Solo dan Salatiga. Beberapa kampus yang menjadi sasaran kerja sama seperti UGM, UPN, UKDW, Atma Jaya dan Sanata Dharma. Kerja sama selain dalam bentuk pengajaran juga dilakukan untuk pengembangan keahlian programming dan game development.
Andrei memprediksi, prospek pemasaran game di Indonesia sangat bagus. Bahkan pertumbuhannya sangat pesat. Hanya saja, saat disinggung berapa nilai pertumbuhan game tersebut, Andrei tidak bisa menyebutkan.
Sementara untuk tahun ini, jelasnya, pihaknya tengah melakukan eksperimen model bisnis lain. Sayangnya, Andrei tidak menjelaskan secara detail pengembangan yang dimaksud. “Kami akan terus berkembang dengan teknologi termutakhir dalam setiap proyeknya. Hal ini tak lepas dari kondisi Indonesia yang terus berkembang,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM DIJ Riyadi Ida Bagus Salyo mengakui DIJ menjadi kawasanindustrikreatifyang berkembang, terutama di bidang digital. Hanya, tidak semua pengembang bisa terdata oleh pemerintah.
“Kami masih kesulitan mendatanya. Selain bekerja secara individu mereka juga tergabung dalam komunitas. Karya-karya yang dihasilkan pun cukup variatif. Lagi pula usaha seperti ini bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Bahkan mereka bisa membuatsoftware gamehanya dari kamar kos,” kata Riyadi.
Menurut Riyadi, peran pemeritah daerah dalam memajukan industrikreatifsemacam ini dengan menyediakan failitas pendukung. Upaya yang dilakukan dengan menyelenggarakan berbagai lomba animasi di sekolah-sekolah. Dari animasi yang dihasilkan, pemerintah daerah akan memfasilitasinya melalui pameran baik dalam skala lokal maupun nasional.
Harapannya, dari pameran tersebut bisa menjaring para investor yang akan mengembangkan produk-produk yang dihasilkan. “Sejauh ini memang investasinya kepada SDM. Mereka ditarik oleh perusahaan-perusahaan pengembang,” terangnya. (bhn/mga)