YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
KRITIK PEDAS : Anggota DPD RI Afnan Hadikusumo (tengah) saat menyapa ratusan kader Muhammadiyah di Sleman akhir pekan lalu.
* Remisi Koruptor Cermin Menyerah Melawan Koruptor
SLEMAN- Banyak kalangan berkomentar miring terhadap wacana pemberian remisi bagi terpidana kasus korupsi oleh Kemenkumham RI. Sindiran itu, salah satunya dilontarkan Anggota DPD RI Afnan Hadikusumo saat menyapa ratusan kader Muhammadiyah di Sleman akhir pekan lalu.
Dalam acara dengar pendapat
yang diselenggarakan MPR RI dan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIJ, Afnan mengatakan, remisi bagi koruptor menjadi sinyal bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerah dalam perang melawan korupsi.
Padahal, itu menjadi jargon mantan gubernur DKI dan wali kota Solo itu saat kampanye presiden.”Wacana itu jelas langkah mundur bangsa Indonesia yang susah payah melakukan jihad melawan korupsi,” tegasnya.
Jika wacana terealisasi, lanjut Afnan, sama saja presiden telah mengingkari janjinya selama kampanye yang ingin memperkuat KPK dan berkomitmen untuk memberantas korupsi di Indonesia.
Menurut Afnan, sinyal tersebut tampak sejak muncul kegamangan sikap Jokowi terkait rencana pelantikan Budi Gunawan, yang ditunjuk sebgai calon Kapolri.”Ada indikasi presiden kurang tegas dan cenderung mau berkompromi dengan tersangka korupsi,” tuding pendekar penck silat Tapak Suci itu.
Saat KPK RI telah menetapkan calon Kapolri-nya menjadi tersangka, Jokowi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengambil keputusan melantik atau tidak.
Afnan mengatakan, kalau Jokowi orang yang independen dan punya integritas dalam menegakkan Indonesia yang bersih dari korupsi, maka tak perlu ragu untuk mengganti calon Kapolri yang menjadi tersangka kasus korupsi.
Sinyal lain berupa aksi kriminalisasi KPK yang terus berlangsung hingga saat ini, sehingga mengakibatkan lembaga anti rasuah itu kehilangan komisioner. Menurut Afnan, itu menjadi juga indikasi nyata bahwa rezim ini memang tidak pro terhadap pemberantasan korupsi. “Saya tidak mengatakan Jokowi seorang koruptor. Tetapi kesan membiarkan koruptor bebas menari dan di saat yang sama lembaga pemberantas korupsi dihajar habis – habisan. Ini akan membuat kesan masyarakat bahwa Jokowi adalah sahabat dari para koruptor,” sindirnya.
Afnan melihat Tim Sembilan yang dibentuk Jokowi sebatas pencitraan. Pertimbangan yang dihasilkan tim tersebut hanya dianggap angin lalu. “Kasihan Buya Syafii, Jimly Asshiddiqie. Saya belum mendengar pendapat tim Sembilan. Tetapi saya yakin mereka tidak akan sepakat dengan ide remisi terhadap koruptor,” tegasnya.(yog/din)