MAGELANG – Saat petugas pemadam kebakaran (damkar) menggelar upacara bendera memperingati HUT ke-96 di halaman kantor Wali Kota Magelang, peristiwa tidak menggenakan terjadi. Toko Sukses Mulyo yang berada di Jalan Rejo Tumoto Kota Magelang dilalap api. Toko yang menjual aneka alat teknik dan bahan bangunan tersebut terbakar sekitar pukul 07.00. Diduga api muncul akibat hubungan arus pendek listrik atau korsleting.
Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Kerugian ditaksir sekitar Rp 10 juta. Karena bangunan masih utuh, yang terbakar hanya beberapa peralatan kerja dan dagangan yang notabene tidak mudah terbakar.
Dari berbagai sumber, kebakaran diketahui dari warga setempat. Mereka melihat asap hitam muncul dari arah toko yang masih dalam keadaan tertutup itu. Semula, warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, sembari menunggu unit mobil pemadam kebakaran.
Beruntung, ada petugas damkar yang jaga alias tidak semua ikut upacara. Karenanya, upaya pemdaman bisa dilakukan cepat.
“Saya dan beberapa warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sambil memanggil petugas pemadam kebakaran. Tidak tahu dari masa asalnya api, tiba-tiba saja ada asap membumbung ke atas,” kata Nurtakin, 45, saksi mata di tempat kejadian perkara yang mengaku warga Borobudur, Kabupaten Magelang, kemarin (17/3).
Karyawan dan pemilik baru terlihat setelah toko terbakar. Tim pemadam kebakaran sibuk memadamkan api yang dikhawatirkan menjalar ke toko sebelah.
“Ada 3-5 mobil damkar yang membantu memadamkan api. Sepertinya tidak ada korban jiwa, karena toko dan kawasan sekitar dalam keadaan sepi,” paparnya.
Sementara itu, sejumlah aparat kepolisian langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi (police line). Beberapa petugas langsung olah TKP dan mengidentifikasi beberapa bagian toko setelah api berhasil dipadamkan.
“Dari hasil identifikasi, dugaan sementara akibat korsleting listrik. Beberapa bagian kami ambil untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Zain Dwi Nugroho didampingi Kasubag Humas AKP Esti Wardiani yang melihat langsung ke lapangan.
Toko ini, dimiliki Yonardo, 37, asal Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Sang pemilik mengaku, mengetahui peristiwa dari informasi warga. Pihaknya langsung menuju tempat kejadian dan melihat tokonya hampir terbakar habis.
“Bersyukur api tidak terlalu besar, sehingga tidak menghabiskan toko saya. Yang terbakar tidak banyak. Seperti mur, baut, besi, alat-alat teknik, dan lainnya. Kerugian Rp 10 juta. Untuk penyelidikan, kami ikut petugas saja,” kata Yonardo.(dem/mga)
Kerugian Mencapai Rp 10 Juta