GUNAWAN/RADAR JOGJA
TIDAK BERSALAH: Harso Taruno langsung sujud syukur dan menengadahkan tangan sambil mengucap alhamdulillah begitu divonis bebas oleh majelis hakim di PN Wonosari, kemarin (17/3).
GUNUNGKIDUL – Harso Taruno, 67, divonis bebas. Dalam persidangan pembacaan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Wonosari kemarin (17/3), majelis hakim yang diketuai Yamti Agustina menyatakan, warga Dusun Bulurejo, Kepek, Saptosari, Gunungkidul, itu tidak terbukti mencuri kayu di kawasan hutan Bale Koservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Paliyan.
“Oleh karena itu, membebaskan terdakwa dari semua tuduhan,” ujar Yamti Agustina saat membacakan putusan. Itu artinya, tiga pasal berlapis yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Vivit Iswanto kepada terdakwa, mental.
Seperti diketahui, Harso Tarunodidakwa dengan pasal berlapis yakni yakni Pasal 40 Ayat 1 juncto Pasal 19 Ayat 1 UU No 5/1990 tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Pasal 40 Ayat 2 juncto Pasal 21 Ayat 1 a UU No 5/1990; serta Pasal 82 Ayat 2 juncto Pasal 12 c UU No 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Harso bahkan sempat ditahan di Mapolres Gunungkidul. Namun upaya hukum penasehat hukum terdakwa melalui penangguhan penahanan dikabulkan. Harso sendiri terjerat kasus pencurian pada 26 September 2014 yang di laporkan BKSDA Paliyan.
Dengan vonis bebas ini, nama baik Harso Taruno pun akan dipulihkan. Namun demikian, meski majelis hakim menyatakan vonis bebas, Harso usai persidangan masih terlihat bingung. Dia baru sadar setelah penasihat hukumnya, Suraji Noto Suwarno dan HM Zaki Sierrad, memberi kode. Harso kemudian beranjak dari kursi pesakitan dan langsung melakukan sujud syukur. “Alhamdulillah,” ucap Harso Taruno.
Dengan hasil menggembiarakan ini, pihaknya merasa sangat puas. Harso mengaku tidak sakit hati kepada petugas yang menyeretnya ke persidangan. Selama kasus membelit, dia telah mengikuti persidangan hingga 14 kali.
“Tidak sakit hati, saya sudah cukup bahagia sekarang. Saya ingin kembali berkumpul dengan keluarga,” ujarnya, ketika ditanya apakah akan menuntut balik.
Sementara itu, penasihat hukum terdakwa, Suraji Noto Suwarno mengatakan, putusan majelis hakim kali ini sekaligus membantah ambigu bahwa penegakan hukum di negeri ini ibarat pisau yang tajam ke atas tapi tumpul ke bawah. “Perjuangan kita membuahkan hasil. Kebenaran adalah benar dan hari ini (kemarin, Red) Pengadilan Negeri (PN) Wonosari telah membuktikan,” ujarnya.
Sementara itu pantauan Radar Jogja, pada saat persidangan pengacara terdakwa sudah sedia payung sebelum hujan. Jika Harso Taruno divonis bersalah, maka dikenai denda sebesar Rp 400 ribu. Untuk kesiapan itu, koin dalam toples telah disiapkan namun urung diberikan karena Harso dinyatakan tidak bersalah.
Persidangan dengan agenda vonis hakim ini mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian Polres Gunungkidul. Satu truk berisi anggota Dalmas dikerahkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (gun/mga)
Toples Berisi Koin Rp 400 Ribu Urung Diberikan