HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA CONTOH BAIK: Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat foto bersama dengan Hayom Rumbaka untuk leaflet Baliho Porda 2015, kemarin (17/3).
KULONPROGO – Kabupaten Kulonprogo bakal menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIJ tahun 2015. Selain menyiapkan sejumlah arena pertandingan, pemkab juga terus memompa semangat para atletnya.
Salah satunya dengan mengundang atlet nasional asal Kulonprogo untuk berbagi pengalaman dan cerita sukses, yakni Dionysius Hayom Rumbaka. Atlet bulu tangkis tersebut diundang secara khusus oleh Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo untuk berbagi pengalaman dan kisah suksesnya.
Hayom, panggilan akrabnya, merupakan putra asli Kulonprogo. Ia lahir 22 Oktober 1988 lalu. Di usianya yang baru 27 tahun, atlet besutan PB Djarum ini sudah sukses menjadi andalan Indonesia dalam olahraga bulu tangkis dinomor tunggal putra.
Hayom dikenal memiliki gaya permainan ofensif. Pemuda yang hobi makan pecel lele dan memiliki cita-cita menjadi TNI AU itu juga dikenal memiliki kekuatan smash yang keras, juga cerdik saat menghadapi lawan di depan net.
Prestasinya segundang, di antaranya menjadi Finalis Milo Junior tahun 2006, Juara PMS Open Solo, Juara Beregu Gubernur Cup Kudus, Semifinalis GGJP Indonesia Challenge (2008). D itahun 2009, menjadi Juara I Sirnas Kalimantan, Finalis Vietnam Challenge, Finalis Sirnas DKI Jakarta, Juara Australia Terbuka Grand Prix, Juara Indonesia International Challenge, Juara Banuinvest International Championships.
Tahun 2010 ia juga sukses menjadi finalis Chinese Taipei Grand Prix Gold, Runner Up Indonesia Grand Prix Gold, Juara India Grand Prix. Juara Bankaltim Indonesia Open GP Gold 2011,Perempat final YONEX All England Open Badminton Championships 2012.
Kemudian masuk perempat final Djarum Indonesia Open 2012, Perempat final Li Ning Singapore Open 2012, Semi final Yonex Sunrise Vietnam Open GP 2012, dan terakhir masuk Semifinali Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013
Bupati Hasto mengungkapkan, ia sengaja mendatangkan Hayom untuk menyemangati KONI Kulonprogo dan para atlet. “Hayom merupakan contoh sukses. Hayom saya minta membeberkan pengalaman dan kisah suksesnya sebagai suatu bentuk motivasi awal menghadapi Porda 2015 yang kebetulan akan dihelat di Kulonprogo,” ungkapnya.
Hasto meyakini, Kulonprogo memiliki bibit atlet potenisal seperti Hayom. Jumlahnya banyak dan itu sudah selayaknya menjadi sebuah kebanggaan. “Jadi jangan berkecil hati untuk berprestasi di Porda, dengan semangat, sportivitas yang tinggi saya yakin bisa. Tentunya dengan tetap memegang semangat Bela Beli Kuloprogo,” terangnya.
Saat ditanya apa yang dimaksud semangat Bela Beli Kulonprogo di bidang olahraga. Hasto menjelaskan, jika menghayati semangat ini bisa diwujudkan dengan tidak membeli atau menyewa atlet dari luar Kulonprogo.
Menurut Hasto, dengan membeli atlet dari luar daerah sama artinya dengan membinasakan atlet lokal. Sementara itu, KONI DIJ juga diharapkan bisa memberikan suatu dorongan spirit, kebersamaan untuk mengikis kesenjangan prestasi antar daerah dalam Porda.
Tentu sangat sedih, jika disetiap ajang Porda juara umumnya selalu Kota Jogja yang bisa merebut medali terbanyak. Kota selalu bisa mendapat 150 medali, Kabupaten Sleman mendekati 150 medali, Kabupaten Bantul 120 mendali. “Namun begitu sampai Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo hanya belasan medali saja,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kulonprogo Rohedi Gunung P menyatakan, Kulonprogo siap menjadi tuan rumah Porda 2015. Even olahraga ini direncanangan mulai dihelat bulan September mendatang. “Kendati memang masih ada sejumlah sarana dan prasarana venue yang masih harus disempurnakan,” terangnya.
Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo Zahram Asurawan mengatakan, tahun ini pembangunan Stadion Cangkring akan dilanjutkan dengan anggaran Rp 986 juta. Rencananya dana itu untuk finishing berupa akses jalan dan area parkir.
Zahram menegaskan untuk menghadapi Porda, Stadion Cangkringan dipastikan siap digunakan. Pembangunan dengan anggaran tahun ini berupa area parkir dan tribun keliling akan selesai sebelum Porda. “Akan segera lelang, lalu fisik sekitar tiga bulan selesai,” tandasnya. (tom/mga)