SEMENTARA ITU, Sebelumnya Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo sempat berencana menemui 308 warga yang belum setuju dengan rencana pembangunan bandara. Orang nomor satu di Kulon progo itu ingin mengetahui secara pasti, ganjalan apa yang di hadapi warga. Sekaligus membuka ruang dialog. Hasilnya akan disampai-kan kepada Tim Kajian Kebera-tan yang dibentuk Gubenur DIJ.Hasto mengungkapkan, se-cara teknis pertemuan dengan warga dijadwalkan bulan ini dan dibagi beberapa titik. Dari in-formasi yang didapat ada sekitar 308 warga yang belum setuju dari jumlah peserta konsultasi publik sebanyak 2.600 warga. “Sehingga pertemuan bisa dibagi ke dalam dua atau tiga titik dengan kehadiran 100 orang di setiap titik,” terangnya.
Ditambahkan Hasto, dalam pertemuan tersebut juga akan hadir Sekda DIJ sehingga dapat bersama-sama bertemu dengan warga terdampak pembangunan bandara yang belum setuju. Kendati demikian, pertemuan ini belum terkait dengan Tim Kajian Keberatan yang dibentuk Gubenur DIJ. “Saya akan datang sebagai ke-pala daerah yang berusaha mengayomi warganya, saya usa-hakan sebelum 1 April sudah bertemu dengan warga. Terkait tim kajian keberatan, setahu saya belum dibentuk hingga sekarang, dan mungkin beda lagi jadwalnya saat turun ke lapangan nanti,” terang Hasto.
Terpisah, Tim Community Development Pembangunan Bandara Baru Ariyadi Subagyo menyatakan, rekapitulasi akhir konsultasi publik masih disusun. Sebab masih ada beberapa warga yang menyerahkan for-mulir konsultasi publik dengan cara menyusul. “Setelah selesai rekapitulasi, tahap selanjutnya adalah pem-bentukan tim kajian keberatan oleh Gubenur DIJ,” terangnya.Menurut Ariyadi, tim kajian keberatan akan turun ke lapangan untuk melakukan konfirmasi kepada warga yang keberatan dengan rencana pembangunan bandara. Hal itu menunjukkan, warga masih diberi hak dan ruang yang sangat luas untuk menyampai-kan aspirasinya dalam proses pembebasan lahan bandara di Kulonprogo. (tom/ila/ong)