JOGJA – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jogja menantang para perajin batik untuk mencipta-kan motif batik baru khas Kota Jogja. Para peserta harus bisa mengkombinasikan tiga motif batik, yaitu ceplok, parang dan semen menjadi satu motif baru, lengkap dengan makna filosofisnya.Ketua Divisi Perencanaan De-kranasda Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto mengatakan, perlom-baan desain batik khas Kota Jogja ini diharapkan dapat meng-gali ide kreatif para pembuat batik, serta meningkatkan ke-cintaan dan kepedulian terhadap batik di Kota Jogja. Selain itu juga akan menjadi rekomendasi ke Pemkot Jogja untuk digunakan sebagai seragam bagi PNS. “Target kami, paling tidak ma-suk 100 karya desain batik ber-upa gambar beserta penjelasan filosofinya,” terang Tri Karyadi kemarin (18/3).
Nantinya dewan juri akan memilih 20 karya desain ter-baik. Menurutnya, dengan lomba karya desain motif ba-tik ini juga akan membantu pengusaha dan perajin batik dalam hal pengembangan de-sain batik. “Selain itu juga membuka opini wisatawan yang berkun-jung ke Jogja unutk menge-nali dan mencintai batik khas Jogja,” terangnya.Hal senada diungkapkan Ke-tua Departemen Pengembangan dan Pengendalian Mutu De-kranasda Kota Jogja Lia Musto-fa. Menurutnya, sebenarnya motif batik di Jogja ada ratusan, tapi pihaknya sengaja memilih motif ceplok, parang dan semen, karena sudah banyak dikenal masyarakat. Tiga motif itu disatukan dalam satu motif baru dan memiliuki nilai filosofi Jogja Istimewa. “Yang kami nilai berdasarkan orisina-litas, keunikan, keindahan serta estetikanya,” terang Lia.
Untuk publikasi karya desain batik khas Jogja itu, rencananya juga akan ditampilkan pada pa-gelaran Jogja Fashion Week, baik berupa pemasangan kain batik dan fashion show yang sudah jadi pakaian seragam. Lia menyebut selama perlom-baan karya yang dihasilkan harus berupa batik tulis, tapi setelah nantinya dijadikan seragam PNS, tidak menutup kemungkinan dibuat dengan batik cap. “Ka-rena dicetak masal, tidak mungkin kalau batik tulis. Batik cap lebih cepat,” terangnya. (pra/laz/ong)