SETIAKY/RADAR JOGJA
SERTIJAB KAPOLDA: Brigjen Pol Oerip Subagyo (tengah) bersama penggantinya Kombes Erwin Triwanto melewati prosesi pedang pora di halaman Mapolda DIJ, kemarin (18/3).
SLEMAN – Penyelesaian kasus-kasus hukum yang terjadi di wilayah Polda DIJ tidak ada yang dinomorduakan. Meskipun banyak kasus berkaitan dengan hukum di Jogja, se-mua penyelesaiannya diprioritaskan
Hal itu disampaikan pejabat baru Kapolda DIJ Kombes Pol Erwin Triwanto yang menggan-tikan Brigjen Pol Oerip Subagyo. Erwin menegaskan, semua per-soalan hukum di wilayah Polda DIJ tetap menjadi prioritas. Tidak ada yang disisihkan. Termasuk kasus-kasus menonjol yang men-jadi perhatian masyarakat juga harus di prioritaskan. “Pesan dari Wakapolri bahwa Jogja adalah destinasi wisata yang memerlukan penanganan se-cara tersendiri, sehingga wisa-tawan merasa aman dan tidak terganggu,” kata Erwin usai pro-sesi serah terima jabatan (serti-jab) Kapolda DIJ di halaman Mapolda DIJ, kemarin (18/3).
Saat disinggung terkait imple-mentasi pesan pimpinan, Erwin yang sebelumnya menjabat Ka-bagjiansosmas BIDPPITK STIK Lemdikpol ini menegaskan, tidak ada formula khusus dalam me-nyikapi dinamika yang ada di wilayah hukum Polda DIJ. Men-urutnya, semua yang berkaitan dengan situasi Kamtibmas dise-rahkan ke Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) di jajaran Polda DIJ.”Formula khusus tidak ada. Kita serahkan ke masing-masing Kasatwil karena mereka yang lebih memahami secara karak-ter wilayah,” imbuhnya. Praktis masyarakat bertanya sejauh mana progres kinerja Polda DIJ dalam penanganan kasus yang terjadi di Jogja. Salah satunya adalah kasus penem-bakan di rumah mantan Ketua MPR Amien Rais beberapa waktu lalu. Pesan teror yang cukup meresahkan masyarakat, sejauh ini pun belum ada progres penyelidikan.Namun demikian, Erwin me-negaskan sejauh ini pemeriksaan terhadap saksi sudah maksimal. Hanya saja, dari pemeriksaan saksi belum mengarah kepada siapa pelaku teror tersebut. Ter-masuk motif dari kejadian itu. Ia enggan menyebutkan ada kendala dalam penanganan ka-sus ini. “Saya rasa bukan ken-dala ya. Karena kejadiannya kan malam hari, kita tidak tahu per-sis. Termasuk saksi yang kami periksa pun belum mengarah ke pelaku,” tegasnya.
Lalu, bagaimana dengan kasus Udin? Seolah-olah menjadi per-tanyaan klasik para awak media saat terjadi pergantian Kapolda DIJ. Erwin secara tegas menga-takan kasus Udin tetap menga-cu pada putusan hakim yang terdahulu. Namun demikian, pihaknya tetap membuka pintu lebar-lebar jika ada informasi terbaru dalam kasus ini. “Kita sangat terbuka menerima informasi. Namun pada prinsipnya, kita tetap meng-acu pada putusan pengadilan yang terdahulu,” ucapnya.Kemudian khusus masalah intoleransi di Jogja, Polda DIJ siap memaksimalkan penanga-nan. Apalagi persoalan ini juga menjadi salah satu rekomen-dasi pimpinan Polri. Kasus in-toleransi di Jogja membutuhkan penanganan yang maksimal.Tak kalah penting banyaknya Ormas di Jogja. Pada prinsipnya keberadaan Ormas juga memi-liki regulasi. Erwin menegaskan, tidak ada yang kebal hukum. Apalagi Polri sendiri sebelumnya pernah melakukan upaya hukum terhadap salah satu pimpinan Ormas. Adapun Brigjen Pol Oerip Sub-agyo selanjutnya menjabat se-bagai Waket BIDPPITK STIK Lemdikpol. Oerip sendiri dalam kesempatan ini meminta maaf kepada masyarakat DIJ jika ada hal kaitannya dalam tugas Polri yang belum memuaskan. Pada prinsipnya, selama ia menjabat sudah melakukan semaksimal mungkin dalam memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. (fid/laz/ong