GUNAWAN/RADAR JOGJA
SIMPATI: Wabup Immawan Wahyudi (tengah) mendatangi rumah Harso Taruno di Padukuhan Bulurejo, Kepek, Gunungkidul, kemarin (18/3).
GUNUNGKIDUL – Terdakwa kasus pencurian kayu di hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Paliyan, Harso Taruno, 67, sudah divonis bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Wonosari (17/3). Namun de-mikian, kasus hukumnya ter-nyata belum selesai.Kejaksaan Negeri (Kejari) Wono-sari tengah menyiapkan dua opsi atas vonis bebas majelis hakim terhadap Harso. Masa 14 hari yang diberikan oleh majelis hakim akan digunakan untuk menentukan sikap selanjutnya.”Tapi hingga sekarang (kemarin, Red) salinan putusannya belum kami terima. Majelis hakim mem-berikan waktu 14 hari bagi jaksa mengambil sikap. Apakah nanti kejari kasasi ke MA atau mene-rima. Pilihannya kan dua itu,” ujar Kajari Wonosari Damly Ro-welcis kemarin (18/3)
Untuk itu dia akan meminta kepada PN Wonosari untuk se-gara menyerahkan salinan ke-putusan tertulis secara lengkap. Setelah salinan putusan disera-hkan, kejari akan mempelajari. “Kita lihat dan pelajari salinan, karena sekali lagi kami memi-liki waktu 14 hari untuk pikir-pikir,” terangnya.Damly mengatakan pihaknya tetap menghormati putusan majelis hakim. Namun demikian kejari bisa mengajukan kasasi terkait putusan vonis bebas ter-hadap kakek tersebut.Sementara itu, penasihat hukum terdakwa, Suraji Noto Suwarno SH siap menghormati apa pun keputusan kejaksaan pascapu-tusan bebas majelis hakim PN Wonosari terhadap Harso. “Kami selaku penasihat hukum mene-rima putusan majelis hakim. Tapi kalau dari pihak JPU mau melakukan upaya hukum kasasi, ya kita menghormati,” ujarnya.Namun begitu, Suraji tetap berharap JPU bisa menerima keputusan majelis hakim. Ka-rena jika dilihat dari pertimbangan majelis hakim, semua unsur yang dialamatkan kepada klienya tidak terenuhi. Bahkan, semua anggota majelis hakim tidak ada yang disenting opinion. “Majelis bulat menolak semua. Tapi ini kembali masih belum incrah. Sementara boleh gembira. Tapi masih ada kemungkinan kasasi,” ucapnya.
Sementara, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wah yudi kemarin menyempatkan diri mengunjungi rumah Harso Taruno di Padukuhan Bulurejo, Kepek, Saptosari, Gunungkidul, kemarin (18/3). Dia mengucap-kan selamat atas vonis bebas Mbah Harso. “Semoga kasus ini menjadi kasus terakhir bagi petani-petani dan warga miskin di Gunungkidul,” kata Immawan. Ia juga berharap penegakan hukum benar-benar memberi manfaat besar bagi keadilan. Jangan sampai hukum menjadi sebuah wajah yang menakutkan bagi masyarakat. “Hukum harus mempertimbangkan situasi so-sial dan situasi individual, se-hingga menjadi tampang yang menyenangkan,” lanjut doktor bidang hukum lulusan UII ini. Namun Immawan juga berpe-san kepada petani agar lebih berhati-hati memanfaatkan lahan, terutama lahan milik negara. Jika perlu, ada izin tertulis dalam menggarap lahan, sehingga bisa mengurangi sengketa di kemu-dian hari. (gun/laz/ong)