IRENE PRAMATREIZE ISWARA

Tak Lupakan Renang

 
SIBUK dengan tesis untuk menyelesaikan kuliah S2 di UGM, dan berbagai event, tak membuat Irene Pramatreize Is-wara melupakan hobinya, yaitu bere-nang dan merawat anjing. Menurutnya, kedua hobi tersebut senantiasa di-jaga untuk menghilang-kan penat setelah be-kerja dan kuliah
“Kesibukan saya sekarang fokus dengan tesis untuk menyele-saikan kuliah S2 di magister psikologi UGM,” katanya. Tak hanya itu, di kampus, dia juga aktif menjadi asisten dosen. “Aku tetap enjoy saja,” lanjutnya.Selain di kampus, Irene-pang-gilan akrabnya, juga aktif di Di-mas Diajeng Kota Jogja dari tahun 2013. Kalau kesibukan yang satu ini, karena ada kaitan-nya dengan Irene yang memang juga “lulusan” Dimas Diajeng. “Untuk yang ini, sekarang sedang sibuk-sibuknya. Karena kemarin baru saja penutupan pendafta-ran peserta Dimas Diajeng 2015, dan kini menyiapkan agenda selanjutnya untuk menggelar sarasehan,” paparnya.Irene juga sibuk sebagai pani-tia di berbagai event, seperti panitia reuni akbar SMA Stella Duce 1, FKY 25, FKY 26, dan lain-lain. “Sebelum tahun 2015, saya juga aktif mengikuti berbagai show menjadi model catwalk,” kata wanita asli Jogja kelahiran 13 Oktober 1989 ini.Di sela-sela kesibukan tersebut, Irene masih tetap menjalani hobinya, yaitu berenang dan memelihara anjing.
“Sesibuk apa pun, saya meluangkan waktu untuk berenang, minimal 3 kali dalam seminggu,” tandasnya.Menurut Irene, dengan bere-nang, organ tubuh dan pikiran-nya menjadi lebih fresh setelah beraktivitas. Apa lagi, setelah membelai anjing peliharaannya. “Ini lah yang banyak menghibur saya,” ungkapnya.Sementara itu, meski saat ini dirinya lebih banyak menjaga kebugaran, jika dibandingkan tahun lalu, namun yang mem-buat dirinya heran, justru berat badannya naik. “Sekarang berat badan saya 55 kg. Saya juga he-ran, kog malah naik. Pada hal sekarang lebih sibuk dan lebih stress he he he,” lanjutnya. Sementara itu, untuk menghi-langkan kejenuhan, sebisa mungkin, Irene juga menjadwalkan liburan. “Setiap tahun, saya mengagenda-kan untuk liburan ke luar kota atau ke luar negeri. Ini selain untuk mencari pengalaman, tentu saja untuk me-restart pikiran,” pung-kasnya lalu tertawa. (jko/ong)