ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
REVITALISASI : Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono X didampingi Bupati Bantul Sri Surya Widati, Wakil Bupati Bantul Sumarno, dan Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo saat meresmikan Pasar Bantul dan Pasar Unggas, kemarin (19/3
GUBERNUR DIJ Sultan Hamengku Bu-wono X mengapresiasi kebijakan Pemkab Bantul yang melakukan revitalisasi pasar tra-disional. Menurutnya, pemkab maupun Pem-kot Jogja memang harus melakukan inter-vensi untuk mempertahankan eksistensi pasar tradisional. “Pemerintah daerah perlu mengatur zonasi dan rencana detail pembangu-nan,” tegasnya saat meresmikan Pasar Bantul dan Pasar Unggas, kemarin (19/3).
Menurutnya, langkah ini patut ditempuh. Itu agar keberadaan pusat perbelanjaan modern dapat berjalan beriringan dengan pasar tradisional.Bukan malah mengge-rusnya. Bila tidak, kekhawatiran akan men-jamurnya toko-toko modern bakal men-jadi nyata.Selain perencanaan, pengelolaan pasar tradisional juga penting. Mengingat, penge-lolaan pasar tradisional saat ini masih kalah dengan pusat perbelanjaan modern. Bahkan, saking semrawutnya imej pasar tradisional menjadi pusat perbelanjaan yang kumuh dan semrawut.
Bupati Bantul Sri Surya Widati menuturkan renovasi Pasar Bantul dilakukan secara berta hap sejak 2013. Renovasi ini bertujuan untuk menata sekaligus memberikan ke-nyamanan bagi penjual maupun pembeli.”Ada penambahan los dan kios baru,” se-butnya.Menurutnya, penambahan los dan kios baru di Pasar Bantul ini untuk mengantisi-pasi bertambahnya pedagang baru. “Jumlah pedagang di Pasar Bantul ada 1.718 orang,” tambahnya. (zam/din/ong)