GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
KETAT: Pemain PSIM Jogja Rais (kanan) dibayang-bayangi pemain Persipur Purwodadi Sapto dalam laga uji coba di Stadion Mandala krida, kemarin (19/3).
JOGJA – PSIM Jogja hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu Persipur Purwodadi dalam laga uji coba di Stadion Mandala Krida kemarin (19/3). Tuan rumah unggul terlebih da-hulu lewat gol Tony Yuliandri di menit-menit akhir babak pertama. Persipur berhasil membalas di menit ke-60 akibat gol bunuh diri pemain belakang PSIM Eko Pujiyanto. PSIM sejatinya bisa unggul setelah pemain depannya Rocky dijatuhkan di kotak penalti. Sayang, tendangan penalti yang diambil sendiri oleh Rocky terlalu lemah dan mudah ditangkap kiper Persipur. Di laga ini pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyan-toro mencoba formasi baru 4-3-3
Tetapi, formasi ini disebutnya belum berhasil dimainkan anak asuhnya dengan baik. Formasi baru ini sebagai variasi dari skema 4-2-3-1 yang sudah biasa dimainkan. Seto mengatakan, meskipun berhasil mencetak gol pada ba-bak pertama, permainan yang ditampilkan menjemukan. Tidak banyak variasi dan peluang. Memasuki babak kedua, Seto mengganti semua pemainnya dan permainan sedikit ber-kembang. “Babak kedua ada sedikit berkembang. Variasi per-mainan juga lebih enak dilihat. Banyak peluang, tetapi memang penyelesaian akhir masih lemah,” jelasnya. Selain itu Seto juga menyo-roti transisi dari menyerang ke bertahan yang belum optimal. Menurut dia, meskipun pengu-asaan bola mendominasi, te-tapi saat keasikan menyerang terjadi lubang yang berbuah gol balasan Persipur.
Menurut dia, lini belakang juga mudah panik saat ditekan. “Komunikasi me-mang perlu diperbaiki. Termasuk transisi menyerang dan bertahan,” ungkapnya. Seto juga mengaku masih akan mencoba semua pemainnya dalam sebuah pertandingan. Dia menyebut saat ini belum ada pemain inti atau cadangan. Itu karena semua pemain, termasuk pemain magang diberi kesem-patan bermain. Pelatih Persipur Purwodadi Wahyu Teguh mengatakan, tim-nya sudah mengalami banyak perubahan dibandingkan uji coba sebelumnya. “Sudah ada perbaikan. Tetapi memang masih banyak juga yang harus dibenahi lagi,” ujarnya. (pra/din/ong)