GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
MENGADU: Sejumlah aktivis dari Jaringan Anti Korupsi DIJ saat diterima anggota dewan di Kantor DPRD Kota Jogja, kemarin (19/3).
JOGJA – Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) kembali menegaskan tidak mempermasalahkan aksi du-kungan, maupun yang akan mela-porkan dirinya ke DPRD Kota Jogja. Sebab, bagi HS, itu merupakan bentuk aspirasi masyarakat. Menurut HS, pernyataannya terkait dengan Idham Samawi, adalah dalam ranah pribadi, dalam konteks penge-lolaan olahraga. “Konteksnya dalam pengelolaan olahraga, sama sekali tidak ada niat untuk mengintervensi hukum,” katanya, kemarin (19/3).Menurut HS dalam pengelolaan olah-raga, memang butuh orang yang be-rani berkorban, tapi juga dibekali dengan pengetahuan tentang peraturan yang benar, agar tidak tergelincir. Klarifikasi tersebut, lanjut dia, sudah disampaikan dalam beberapa kali kesempatan. Jika dipanggil DPRD Kota Jogja ter-kait pernyataannya tersebut, HS juga siap menyampaikan skrip wawan-cara. “Kalau dewan mengundang, akan saya sampaikan skripnya,” tandas HS.
Sementara itu, terkait pernyatannya tersebut, kemarin (19/3) ada dua kelompok masyarakat yang menda-tangi DPRD Kota Jogja untuk mela-porkan, dan mendukung pernya-taan HS tersebut.Dari pantauan Radar Jogja, Ja-ringan Anti Korupsi (JAK) DIJ, yang terdiri dari berbagai organisasi dan LSM, melaporkan HS ke DPRD Kota Jogja terkait laporan dugaan penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran sumpah jabatan seba-gai Wali Kota Jogja
JAK DIJ mengharapkan DPRD Kota Jogja memanggil HS dan melakukan klarifikasi, serta mengambil sikap resmi atas du-gaan penyalahgunaan wewenang dan sumpah jabatan sebagai Wali Kota Jogja.Selain ke DPRD Kota Jogja, JAK DIJ juga melaporkan HS sebagai Wali Kota Jogja ke KPK terkait dugaan pelanggaran pasal 21 UU Pemberantasan Tindak Pi-dana Korupsi, yaitu merintangi penyidikan kasus korupsi dana hibah Persiba. Di tempat yang sama, Pagu-yuban Kawulo Bantul Berjuang (PKBB) juga mendatangi DPRD Kota Jogja. Kedatangan me-reka untuk menyatakan du-kungan sepenuhnya terhadap pernyataan HS.
Dalam aksinya, massa PKBB yang dipimpin Noor Janis Langga Barana me-nyatakan mendukung dan siap berada di belakang HS terkait pernyataan berisi dukungan terhadap Idham. “Apabila ada yang menggang-gu, kami siap berada di belakang Pak Haryadi. Apa yang disam-paikan Pak Haryadi sangat benar bahwa menjadi pengurus sepak bola lebih banyak tombok, bukan korupsi,” kata Koordinator PKBB Noor Janis Langga Barana saat orasi di depan gedung DPRD Jogja, kemarin (19/3).
Wakil Ketua I DPRD Kota Jog-ja M Ali Fahmi yang menerima perwakilan JAK DIJ dan PKBB mengaku akan meneruskan dan mengkomunikasikan aspirasi tersebut ke Ketua DPRD Kota Jogja Sujanarko. Untuk langkah selanjutnya, Ali Fahmi belum bisa menentukan, termasuk apakah akan memang-gil HS. “Setiap aspirasi masyara-kat akan kami terima dan diba-has di internal dewan untuk menentukan langkah selanjut-nya,” jelas dia.Menurutnya, untuk komuni-kasi antara anggota DPRD Kota Jogja dengan Wali Kota Jogja, sudah sering dilakukan, baik secara formal maupun informal. Menurut dia, komu-nikasi dengan wali kota sudah intensif dilakukan. “Komuni-kasi dengan wali kota jalan terus, dalam konteks pembangu-nan di Kota Jogja,” ungkapnya. (pra/mar/jko/ong)