GUNAWAN/RADAR JOGJA
DICETAK: Lahan kering disulap petani menjadi persawahan di Desa Genjahan, Ponjong, kemarin (19/3)
SEMENTARA ITU, Petani di wilayah Kecamatan Ponjong ingin mendukung program swasembada pangan yang digagas pemerintah. Dengan kekua-tan swadaya, mereka ramai-ramai mencetak sawah di lahan kering.Langkah nyata itu digagas kelompok tani Sari Tirtomulyo Desa Genjahan, Ponjong. Lahan tegalan seluas lebih kurang 40 hektare yang semula ditanami palawija kini disulap men-jadi lahan persawahan. Sebanyak 3,5 hektare sudah siap ditanami, namun lainnya dikebut secara bertahap men-gukur kemampuan kantong.Salah seorang petani di Desa Gen-jahan, Riptanto mengatakan, biaya mencetak sawah di lahan kering bi-ayanya cukup besar. Untuk setiap lahan seluas 1.000 meter persegi menelan biaya sekitar Rp 1, 5 juta. “Untuk saluran irigasi sepanjang 150 meter dengan total anggaran sekitar Rp 40 juta mendapat bantuan dari pemerintah. Sementara pengolaan lahan dilakukan murni oleh petani,” kata Riptanto saat menghadiri panen raya padi jenis
Situbangendit di Desa Genjahan, kemarin (19/3).Melalui program pembukaan lahan persawahan baru ini, Riptanto ber-harap bisa meningkatkan produksi gabah di wilayah Genjahan. Dengan begitu bisa menunjang program swa-sembada pangan di 2017.Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Gunungkidul Azwan Latif mengapresiasi kelompok tani Sari Tirtomulyo yang berswadaya membuka lahan persawahan baru. Meski jumlahnya kecil, pembukaan lahan sawah baru secara otomatis bisa menambah luas lahan persawa-han di wilayahnya.”Sekarang sudah ada sekitar 7.000 hektare lahan persawahan. Dengan pembukaan lahan baru ini, akan me-nambah jumlah luas lahan persawa-han di Gunungkidul,” kata Azman.Dengan kabar bagus ini, ke depan pemerintah akan terus berusaha me-nambah lahan persawahan baru di tempat lain. Daerah yang memiliki cadangan air mencukupi bakal dikembangkan menjadi lahan per-sawahan baru. (gun/ila/ong)