GUNAWAN/RADAR JOGJA
KAGUM: Anggota Komisi VII DPR RI Agus Sulistiyono melihat lokasi pengemasan makanan dalam kaleng di UPT LIPI Gunungkidul, kemarin (20/3).
GUNUNGKIDUL – Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) memiliki tanggung jawab melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian ilmu pengeta-huan. Hasilnya mestinya bisa dirasakan oleh ma syarakat. Namun sayang, anggaran tersebut lebih banyak ter-sedot ke pos gaji. Hal tersebut disampaikan anggota Komisi VII DPR RI Agus Sulistiyono saat melakukan kunjungan dalam rangka desiminasi hasil-hasil penelitian di Balai Pengembangan Proses dan Tekhnologi (BPPTK) LIPI Gading, Playen kemarin (20/3). “Kami mendo-rong Kementerian Riset meningkatkan alokasi anggaran yang jauh lebih besar lagi kepada UPT LIPI, seperti di Gunungkidul ini misalnya,” kata Agus, kemarin.
Politikus PKB ini mengakui, aggaran LIPI dari tahun ke tahun relatif kecil. Bahkan dari Rp 1,4 triliun itu sebagian besar masuk ke pos gaji. Maka setelah pihaknya melihat langsung kondisi riil di UPT Gunungkidul, satu-satunya anggota dewan dari dapil DIJ yang duduk di Komisi VII baru sadar betapa pentingnya UPT.”Karena UPT sejalan dengan apa yang sering disam-paikan pemerintan Jokowi agar kemandirian masyara-kat tercapai,” ujarnya.
Dalam hal ini, sangat jelas pemerintah mempu-nyai kejiban mendorong dan memfasilitasi agar kemadirian itu bisa benar-benar tercapai. Dengan demikian, UPT semakin banyak manfaatnya. Untuk itu, pada saat penganggaran 2015 dia siap mendo-rong pemenuhan anggaran.”Jangan hanya di Jakarta. Sebanyak 13 UPT yang tersebar itu berhubungan langsung dengan ma-syarakat. Maka harus didukung anggaran,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPPTK UPT LIPI Gunungkidul Hardi Julendra mengatakan, kegiatan riset ada yang untuk kegiatan laboraturium. Nah, kegiatan laborato-rium itu output-nya hanya teknologi. Jadi, hasil-hasl itu mestinya masuk ke masyarakat. Lebih luas dikatakan, LIPI yang dia kendalikan sudah memiliki cukup banyak mitra. Mitra tersebut di anta-ranya sudah mampu mengorder lebih dari 10 ribu kaleng per bulan. Makanan yang dikemas dalam kaleng itu berupa gudeg. “Jadi silakan bagi warga masyarakat yang ingin bekerjasama dengan LIPI datang ke kantor. Kami siap memfasilitasi,” ucapnya. (gun/ila/ong)