DWI AGUS/RADAR JOGJA
ZASKIA ADYA MECA
MESKI hidup dalam dunia film, menonton teater merupakan pengalaman berbeda bagi Zaskia Adya Mecca. Istri Hanung Bramantyo ini mengungkapkan teater adalah dunia yang masih baru baginya. Ia pun merasa sangat senang dapat menyaksikan sebuah pementasan teater.Ini diungkapkan Zaskia saat menonton pertunjukan Teater Realis di Gedung Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Kamis malam (19/3).
Menurutnya, pertunjukan teater khususnya realis, adalah hal yang sulit untuk dilakoni.”Berbeda karena benar-benar mengandal-kan kekuatan sang aktor. Keadaan yang mirip dengan suasana keseharian, ini tantangan. Apalagi untuk lakon Jurang ini tidak berpin-dah seting tempatnya,” ungkap perempuan kelahiran Jakarta 8 September 1987 ini.Hal ini diakuinya berbeda dengan akting dalam dunia sinema, di mana tidak hanya menuntut kemampuan aktor dalam berakting
Dalam dunia sinema, ada proses editing lalu latar suara yang dapat menghidupkan se-buah naskah.Sedangkan dalam teater realis dirinya melihat perbedaan yang mencolok. Meski terpatok pada naskah, akting harus benar-benar natural. Bahkan wajib terlihat seperti tidak bermain teater. Hal inilah yang mem-buat wanita berdarah Aceh, Sunda dan Jerman ini kagum.”Musiknya tidak terlalu heboh, sehingga menguji kemampuan aktor. Jadi kalau melihat kayak ngobrol keseharian tapi dilihat orang banyak,” ungkapnya.
Zaskia sengaja menonton pe-mentasan ini karena sang suami turut berperan, di mana Hanung menjadi aktor dan sebagai seo-rang mahasiswa. Imbas dari keikutsertaan Hanung pun di-rasakan olehnya.Menurutnya, Hanung benar-benar serius melakoni perannya kali ini. Bahkan menurut penu-turan Zaskia, suaminya rela bolak-balik Jakarta- Jogja untuk berlatih bersama aktor lainnya. Tidak sampai di sini, saat di ke-diamannya di Jakartal, Hanung pun kerap bermonolog.”Di rumah dia sering marah-marah sendiri untuk mendalami peran. Obsesi Mas Hanung awal-nya memang jadi aktor, tapi karena kalah bersaing jadi me-milih untuk menjadi sutradara,” ucapnya.
Ketika ditanya apakah tertarik mendalami teater seperti sua-minya, ia mengatakan tidak. Menurutnya, teater adalah dunia yang berbeda dengan film. Me-ski ada ketertaitan, menjadi seorang aktor teater diperlukan pendalaman yang matang.”Selain itu juga tidak ada pas-sion ke sana. Tapi untuk passion cenderung mendalami dunia fashion dan dunia syiar Islam,” ungkap Zaskia. (dwi/laz/ong)