JOGJA – Awal 2015 ini Pemkot Jogja melakukan penyesuaian nilai jual objek pajak (NJOP) hingga enam kelas sehingga ketetapan pajak bumi dan bangu-nan (PBB) mengalami pening-katan. Tetapi melalui Perwal No 92/2014 yang ditetapkan 31 De-sember 2014, akan diberikan stimulus pembayaran PBB.Kabid Pajak Daerah Dinas Pa-jak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Kota Jogja Tugiarto mengatakan, pembe-rian stimulus itu untuk membe-rikan keringanan pembayaran PBB setelah adanya penyesuaian NJOP enam kelas. “Stimulus ini merupakan kebijakan wali kota agar masyarakat tidak terbebani dengan penyesuaian NJOP itu,” terangnya kemarin (21/3).Menurut dia, dengan adanya penyesuaian NJOP tersebut juga membuat kenaikan nilai PBB yang dibayarkan
Dengan stimulus tersebut, nantinya setiap wajib pajak akan mendapat keringanan pem-bayaran PBB hingga 90 persen. Penghitungan stimulus dilaku-kan terhadap nilai kenaikan PBB yang harus ditanggung oleh wa-jib pajak, bukan terhadap ke-seluruhan nilai pajak yang harus dibayarkan.Tugiarto mencontohkan, jika sebelumnya wajib pajak membayar PBB sebesar Rp 100.000 dan nilainya naik men-jadi Rp 150.000, maka peng-hitungan stimulus dilakukan terhadap selisih kenaikan yaitu 90 persen dari Rp 50.000 atau Rp 45.000. “Jadi PBB yang dibayarkan menjadi Rp105.000,” jelasnya.
Pemberian stimulus itu hanya berlaku kepada wajib pajak yang tidak mengalami perubahan objek pajak, sehingga memiliki nilai pajak yang bisa dibanding-kan. Stimulus tidak berlaku ke-pada wajib pajak dengan objek pajak yang sudah mengalami perubahan, misalnya tanah dan bangunan yang sudah dibagi waris atau terjadi penggabung-an dari beberapa aset tanah dan bangunan. “Jika ada perubahan objek pa-jak, maka kami tidak bisa mem-bandingkan nilainya, sehingga tidak bisa memberikan stimulus,” katanya. (pra/laz/ong)