DWI AGUS/RADAR JOGJA
INTERAKTIF: Pengunjung diajak berinteraksi dengan menempelkan stiker ke peta tersebut.
JOGJA – Potret dunia seni di Jogjakar-ta begitu kental. Hal ini menginspirasi dua pelaku seni dari Jakarta, Angga Cipta dan Hauritsa. Tergabung dalam ArtLab Jakarta, keduanya mencoba me-metakan dalam sebuah peta raksasa.Karya kedua seniman ini pun di-pajang dalam pameran Made in Com-mons: Indonesian Iteration di Jogja National Museum (JNM). Mereka membagi peta seni di Jogjakarta men-jadi dua bagian. Menggunakan cat berwarna biru muda, keduanya me-metakan ke dalam Jogjakarta sisi utara dan Jogjakarta sisi selatan.”Kita berdua melihat bahwa atmos-fir berkesenian di Jogjakarta sangat-lah kuat, sehingga menarik untuk dipetakan,” ungkap Angga (18/3).
Angga menambahkan, pemetaan ini sesuai dengan tema pameran besar, Com-mon. Di mana artinya adalah kebersa maan dalam sebuah lingkungan atau komuni-tas. Pembagian ke dalam dua wilayah ini pun memiliki arti tersendiri.Untuk sisi selatan Jogjakarta, Ang-ga menilai ada sebuah nilai keber-samaan yang kuat. Terutama dalam bidang pertukaran nonmoneter. Di lingkup ini para seniman cenderung membangun sebuah solidaritas, ke-bersamaan dan gotong royong.”Jadi dalam peta ini kita juga menga-jak interaksi para pengunjung. Cara-nya dengan menempelkan stiker ke peta tersebut. Ada dua stiker yaitu yang mengandung nilai moneter dan nonmoneter,” katanya.
Untuk memetakan para seniman ini, keduanya pun terjun langsung. Mereka berkunjung dari satu galeri ke galeri lainnya. Bahkan menyem-patkan diri untuk melihat langsung dapur seni para seniman.Selain itu mereka juga melakukan pendekatan melalui diskusi dan wa-wancara. Dari sinilah beberapa faktor pendukung berkesenian terungkap. Mulai dari peralatan hingga ritual se-belum menghasilkan sebuah karya.”Kita juga ada semacam paspor ala kita untuk melengkapi pemetaan ini. Selain guyub dengan cara seperti ini, juga bisa memetakan mobilitas para seniman dan juga dunia seni. Kita juga menyimpulkan kalau Jogjakar-ta sisi selatan cenderung berkembang kesenian kontemporer, sedangkan utara merupakan lahan bisnis aka-demis dan sekolah,” ungkapnya.
Dalam pameran ini, ArtLab dipas-rahi satu ruang khusus. Dalam ruangan ini, selain peta juga menyajikan alat penunjang para seniman dalam ber-karya. Ada pula buku passport kun-jungan seni dan juga quote dari para seniman yang dihadirkan dalam gra-fiti dinding. (dwi/laz/ong)