Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja menilai perubahan arus jalan searah di Jalan C. Simanjuntak (Terban) dan Jalan Prof Yohanes (Sagan), berhasil mengurangi tingkat kepadatan. Untuk itu, pada 2015 ini Dishub sedang mengkaji perubahan arus lalu lintas di tiga lokasi lain
JOGJA – Kepala Dishub Kota Jogja Wirawan Hario Yudho menga-kui, pihaknya kini sedang meng-kaji penerapan jalan searah di Jalan Lempuyangan, Jalan Prawi-rotaman serta jalanan di Kotagede. “Sekarang kami sedang melakukan kajian teknis serta menyerap as-pirasi masyarakat di sana, terkait rencana perubahan arus jalan,” ujar Wirawan kemarin (21/3).Menurutnya, penerapan jalan searah juga merupakan aspi-rasi dari masyarakat setempat. Hal itu juga melihat aktivitas antarjemput penumpang di Sta-siun Lempuyangan yang sema-kin ramai
Ditambah parkir kendaraan yang juga memakan badan jalan. “Kon-disi di sana sudah padat dan me-mang perlu rekayasa lalu lintas, salah satunya dengan penerapan jalan searah,” terang Wirawan. Sedangkan di Jalan Prawiro-taman dan jalan-jalan di Kota-gede memiliki lebar jalan terba-tas yang tidak sebanding dengan kepadatan lalu lintas. Di wi-layah Kotagede seperti di Jalan Mondorakan, selama ini sudah ada penerapan jalan searah bagi kendaraan roda empat, dari timur ke barat.Dalam kajian jalan searah terse-but, Dishub akan melibatkan Fo-rum Lalu lintas, akademisi serta masyarakat setempat untuk mem-berikan masukan. Penerapan jalan searah itu juga akan melalui uji coba dulu untuk memastikan dam-paknya. Seperti rasio kepadatan lalu lintasnya akan dikaji. “Bagaimana teknis penerapan-nya, dampak serta sarana pen-dukungnya. Kalau itu sudah, kami akan lakukan uji coba jalan searah dulu. Kalau dinilai ber-hasil baru permanen.” jelasnya.
Sebelumnya, anggota Komisi C DPRD Kota Jogja Muhammad Fauzan meminta Dishub Kota Jogja untuk bisa melakukan re-kayasa lalu lintas untuk memecah keruwetan lalu lintas di Kota Jogja. Misalnya dengan menam-bah rambu pengatur lalu lintas hingga pengalihan jalur untuk menciptakan kondisi lalu lintas Kota Jogja yang lancar. “Rekayasa lalu lintas memang tidak instan. Harus ada pencermatan betul, sehingga jalanan lebih lancar,” tutur Fauzan. (pra/laz/ong)