HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA BERI CONTOH : Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat membuka rekening di KSU BMT Bina Sejahtera di Ngentakrejo, Lendah.
KULONPROGO-Koperasi harus siap menghadapi pasar bebas masyarakat ekonomi Asean (MEA). Pemberlakukan MEA ini akan berdampak banyaknya investor yang masuk dan membuka usaha termausk di Kulonprogo. Dan itu semua harus dihadapi. Salah satunya dengan program Bela Beli Kulonprogo.
Hal itu diungkapkan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat peresmian gedung KSU BMT Bina Sejahtera di Ngentakrejo, Lendah pekan lalu. “Koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional harus didorong untuk mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” ungkapnya.
Menurutnya, pemkab terus mendorong pengembangan koperasi. Salah satunya dengan melakukan akuisisi toko modern Alfamart menjadi toko milik rakyat (Tomira). Dengan konsep ini, produk lokal akan masuk di Tomira. Tujuannya agar bisa mendukung program Bela Beli Kulonprogo.
“Perkembangan KSU Bina Sejahtera cukup hebat, di usia ke-16 sudah mampu membangun gedung megah. Untuk itulah manajemen harus terus melakukan inovasi agar usaha yang dijalankan terus berkembang,” terang Hasto. Bersamaan dengan peresmian ini, Hasto juga membuka rekening dan resmi menjadi anggota KSU Bina Sejahtera.
Pengurus KSU BMT Bina Sejahtera Ajrudin Akbar menjelaskan, genap diusia 16 tahun, aset koperasi hingga akhir 2014 telah mencapai Rp13,83 miliar atau naik dari Rp10,48 miliar di 2013. SHU yang dibagikan kepada anggotanya juga meningkat dari Rp 71 juta menjadi Rp 202 juta. “Kami juga mampu menciptakan lapangan kerja dengan mengangkat 23 karyawan,” jelas Ajrudin.(tom/din/mga)