SORONG – Diduga dipicu cemburu, dua wanita ini masing-masing berinisial Me, 35, dan Kr, 36, terlibat duel di dalam kamar kost yang beralamat di kompleks BTN, Sorong, Senin (23/3) pukul 12.00 WIT. Me yang mendatangi tempat kost lawannya, menjadi korban penikaman di bagian dada dan goresan di bagian lehernya.
Tikaman pisau potong kue Kr membuat Me harus menjalani perawatan di RSUD Sele Be Solu, karena luka hasil tusukan yang mengeluarkan darah. Sedangkan Kr, pemilik rumah kost yang didatangi Me, mengalami luka memar dibagian wajah dan sakit dikepala belakangnya. Menunggu proses selanjutnya, karena korban tikam sajam enggan membuat laporan polisi, Kr masih diamankan di Mapolsek.
Wakapolsek Sorong Timur AKP Ompu Sunggu mengatakan, pihaknya telah mengamankan Kr di Mapolsek untuk menunggu proses selanjutnya.
Pihaknya, belum dapat memastikan siapa yang bersalah dalam kejadian itu, lantaran belum memintai keterangan kedua belah pihak. Jika Me tak membuat laporan polisi, kedua belah pihak akan dipertemukan untuk menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan.
Dikatakannya, menurut pengakuan Me, ia datang ke rumah Kr untuk membicarakan dugaan kecemburuannya, karena suaminya. Namun, kedatangannya memicu keributan yang membuat Kr menikamnya dibagian dada dengan pisau potong kue. Karena terkena tikam, ia selanjutnya memukul Kr dengan menggunakna batu yang dibawanya.
Namun, pengakuan itu berlawanan dengan keterangan Kr saat diintrogasi polisi di mapolsek. Kr mengaku, kronologis kejadian itu berawal saat ia sedang istirahat di dalam kamar untuk tidur siang. Tiba-tiba, Me mendobrak pintu dan langsung mendapatinya dalam kamar yang sedang terbaring. Me yang sudah membawa batu kemudian melabraknya dan mencekiknya, sambil memukulkan batu yang dibawanya.
“Karena dia cekik saya, langsung saya membela diri pak, saya lihat ada pisau dilantai yang biasa pakai main anak-anak, itu pisau potong kue, langsung saya ambil tikam dia, seandainya saya tidak tikam dia mungkin saya yang mati,”katanya kepada anggota polisi.
Selain menikam dada Me, ia juga menyayat lehernya, untungnya pisau yang digunakan bukan pisau tajam sehingga sayatan di leher hanya membekas dan tidak menimbulkan luka dalam. Mengalami luka tikam, Me lalu berusaha keluar dari rumah kost Kr. “Saya bilang ko keluar dari rumah saya, jangan bikin ribut,”imbuhnya sambil mencontohkan bagaimana ia menodongkan pisau potong kue yang hilang sesaat setelah didatangi warga.
Ia membantah jika dikatakan terlibat hubungan istimewa dengan suami Me, yang selama ini sering bersamanya. Menurutnya, kebersamaan itu karena terlibat bisnis, mulai dari penjualan batu kakik, hingga bisnis lainnya yang bisa menghasilkan keuntungan. “Saya memang sering sama suaminya pak, tapi itu karena kita ada bisnis sama-sama, kayak terahir kita bisnis batu Bacan,”ujarnya.
Janda beranak dua ini, setiap harinya bekerja sebagai penjual ikan, yang biasa mengambil barang di Jembatan Puri. Ia sendiri tak menyangka jika hubungannya sebagai rekan bisnis justru membuat Me menaruh rasa cemburu. “Saya tidak tahu pak pisaunya dimana, karena orang sudah datang banyak dan tidak perhatikan lagi siapa yang ambil pisau itu,”ungkapnya.
Wakapolres mengatakan, karena taka da laporan polisi, pihaknya masih menunggu Me yang dirawat di RSUD Sele Be Solu, selanjutnya kedua belah pihak akan dipertemukan untuk menyelesaikan kejadian itu.(reg/jpnn)